Luhut Sebut Jokowi ‘Tukang Sembahyang’, Penulis Senior: Shut Your Mouth Up Luhut!

itoday - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di hadapan seribu purnawirawan TNI-Polri dalam acara silaturahmi bersama Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta (10/2), menegaskan bahwa Joko Widodo tukang sembahyang. 

Penegasan itu disampaikan Luhut terkait tuduhan kriminalisasi ulama yang ditujukan kepada Jokowi. “Jadi kalau dibilang, misalnya, dibilang kriminalisasi ulama, dari mana? Sejak saya kenal 12 tahun lalu, dia (Jokowi) tukang sembahyang, tukang puasa. Yang sebelah sana kita belum jelas juga," kata Luhut. 

Ucapan Luhut itu mendapat reaksi keras dari banyak kalangan, apalagi Luhut menyebut “yang sebelah sana” untuk membandingkan ketekunan Jokowi sembahyang.

Penulis senior ZA Effendy pun mempertanyakan, sembahyang yang mana yang dimaksud Luhut. Jika yang dimaksud pernyataan itu untuk capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, pada 1990 Prabowo sudah ibadah Haji ke Tanah Suci.

“Luhut bisa jelaskan ibadah di mana...? Tahun 1990 Prabowo sudah ibadah ke tanah suci Mekkah. Saksi hidup, ibu yang di foto sebelahnya. Shut your mouth up, Luhut...,” tulis Effendy di akun Twitter @ZAEffendy. @ZAEffendy menyertakan foto Prabowo saat menjalankan ibadah Haji.

“Shut up Luhut...you yourself,  not even qualified to judge your own praying!#KataNalar,” tambah  @ZAEffendy meretweet tulisan bertajuk “Luhut: Jokowi Rajin Sembahyang, yang Sebelah Sana Belum Jelas”.

Aktivis Tionghoa yang juga Alumni 212 Arlex Wu turut mengomentari pernyataan Luhut Panjaitan. Arlex menyindir Luhut agar ikut sembahyang bareng Prabowo Subianto untuk bisa tahu sembahyang Prabowo.

“Mang ikutan sembahyang bareng? Udah bisa syahadat? Kok tau rajin sembahyang? Yang sebelah sana belum jelas? Coba tulang syahadat dulu, baru nanti sembahyang bareng Pak Prabowo. Baru tau jelas gak sembahyangnya!,” sindir Arlex di akun @arlex_wu.

Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku heran dengan sikap Luhut Binsar Pandjaitan. "Pak Luhut kok ngurus sembahyang seorang Muslim tak elok, apalagi dia bukan seorang Muslim," kata Dahnil seperti dikutip CNNIndonesia (11/02).

Komentar

Artikel Terkait