Denny JA Unggulkan Jokowi di Debat Pilpres 2, Mustofa Nahra: Datanya Bohong Kok Unggul!

itoday - Siapa capres yang unggul dalam ‘Debat Capres Kedua’ (17/02) masih terus diperdebatkan. Kubu capres nomor urut 01, Joko Widodo, baik di sosial media ataupun diskusi di televisi menyatakan Jokowi menang telak atas Prabowo Subianto.

Pendiri lembaga survei LSI, Denny JA, menilai capres petahana Jokowi unggul dalam debat capres kedua. Denny JA menyebut enam alasan sehingga Jokowi dikatakan menang debat.

Pertama, Jokowi lebih tahu lapangan; lebih sistematis soal solusi; lebih realistis soal program; lebih berpengalaman; soal isu energi Prabowo menghentikan debat; dan pernyataan Jokowi soal penguasaan tanah oleh Prabowo.

Politisi PAN Mustofa Nahrawardaya menyoal kesimpulan Denny JA yang mengunggulkan Jokowi. Mustofa menegaskan, tidak semestinya Jokowi unggul mengingat data yang disampaikan bohong. 

“Kau @DennyJA_WORLD nonton gak sih? datanya pada BOHONG kok unggul,” tegas Mustofa di akun  

@AkunTofa menanggapi tulisan bertajuk “Denny JA: Kuasai Lapangan, Jokowi Unggul di Debat Capres Kedua”.

Data bohong yang dimaksud Mustofa sebelumnya sudah dibeberkan banyak pihak. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu jelas menyebut lima data kobohongan Jokowi dalam debat. 

“Data kebohongan Presiden @jokowi dalam debat : 1) impor jagung 2018. 180.000 ton - Fakta 700.000 ton. 2) produksi sawit : 46 jt ton - fakta 34,5 jt ton. 3) tdk ada kebakaran hutan - Fakta 16.100 ha. 4) Hukum lungkungan tdk ada - Rp 18,9 t blm bayar. 5) impor beras turun - jelas naik,” beber Said Didu di akun  @saididu.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Median Rico Marbun memberikan analisis yang berbeda terkait debat  Capres Kedua. Menurut Rico, Prabowo unggul dalam bahasa tubuh, sementara Jokowi kuat di konten dan detail dalam menyampaikan paparan.

"Ada 2 indikator: gaya dan content. Prabowo unggul di gaya dan body languange (bahasa tubuh), Jokowi kuat di content dan detail," ujar Rico seperti dikutip detikcom (17/02).

Komentar

Artikel Terkait