Jokowi Klaim Pakai Data Impor Jagung Kementan, Said Didu: Ngeles Lagi! Begini Kalau Selalu Pencitraan

itoday - Ada dua cara yang dilakukan capres nomor urut 01 Joko Widodo untuk meredam fakta “kebohongan” data yang dipaparkan di Debat Pilpres Kedua (18/02). Mengklaim data yang digunakan berbeda dan meralat data salah yang sudah dipaparkan sebelumnya.

Untuk data impor jagung, Jokowi mengklaim menggunakan data impor dari Kementan. Sementara untuk kebakaran hutan, yang dikatakan tidak ada lagi, Jokowi meralat ucapannya.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu, menyoal “penyelamatan” citra ala Jokowi itu. Soal impor jagung, Said Didu menegaskan bahwa tidak ada data kuota ekspor di BPS.

“Ngeles lagi. Mana ada data kuota Ekspor di BPS. BPS itu mencatat yang sudah terjadi. Beginilah kalau selalu pencitraan,” tulis Said Didu di akun Twitter @saididu mengomentari tulisan bertajuk “Beda dari BPS, Jokowi Klaim Pakai Data Impor Jagung Kementan.”

Terkait data kebakaran hutan, Said Didu, menyoal upaya Jokowi meralat data yang dipaparkan saat debat Pilpres itu. “…Selalu kalau ketahuan selalu begini dan berulang-ulang,” tulis @saididu meretweet tulisan berjudul “Jokowi Ralat Ucapannya Soal Kebakaran Hutan di Debat Capres”.

Soal data kebakaran hutan, belakangan Jokowi mengakui bahwa maksud pernyataannya tidak ada kebakaran, setelah ditangani maka pada 2016 hingga sekarang, tidak terdengar lagi adanya bencana asap. 

"Artinya bukan tidak ada. Turun drastis, turun 85 persen lebih," kata Jokowi, di Pandeglang Banten (18/02). 

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga mengaku menggunakan data dari kementerian dan lembaga (K/L) saat menyampaikan data soal impor jagung dan beras dalam debat kedua pilpres. 

Jokowi menyatakan sempat bertanya kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait data impor jagung. Menurutnya, berdasarkan data yang dirinya terima impor jagung 2018 sebesar 180 ribu ton.

"Ya memang 2018 saya tanya konfirmasi lagi ke Mentan 180 ribu ton. Mendag juga 180 ribu ton dan justru ada ekspor 380 ribu ton. Di debat lupa disebutkan data-data dari kementerian," kata Jokowi.

Saat disinggung data BPS soal impor jagung pada 2018 sebesar 737,22 ribu ton, Jokowi meminta untuk memeriksa kembali. Namun, kata Jokowi bisa saja data BPS tersebut merupakan jumlah kuota impor namun belum terealisasi.

Komentar

Artikel Terkait