Luhut Bilang Jokowi tak Pernah Bohong! Sosiolog: Tanpa Bukti, Anda Akan jadi Bahan Olok-olok Senegeri

itoday - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melontarkan kegeramannya terkait pendapat yang menyatakan capres petahana Joko Widodo mengumbar data bohong saat Debat Pilpres Kedua (17/02).

"Saya jengkel kalau ada yang bilang Presiden Jokowi bohong. Pak Jokowi itu tidak pernah bohong.  Apabila ada yang bilang bohong saya siap untuk challenge kepada orang itu," tegas Luhut di Rakernas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jakarta (21/02).

Luhut pun balik menuding bahwa kebohongan justru disebarkan oleh pihak-pihak yang menghembuskan isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Apabila ada yang bilang negara kita akan dijual maka itu sangat bohong. Dan kita jangan jadi bangsa tempe. Kami tidak pernah mengkhianati NKRI," tegas Luhut seperti dikutip merdeka.com (21/02).

Guru besar sosiologi Universitas Indonesia (UI) Tamrin Tomagola menanggapi kegeraman Luhut itu. Tamrin meminta Luhut untuk mengajukan bukti atau data untuk membantah tudingan kepada Jokowi itu.

“Ngamuk ya ngamuk. Tapi pake data/bukti. Tanpa ajukan bukti/data, Anda akan jadi bahan olok-olok senegeri. Gak elok lho diolok-olok,” tulis Tamrin di akun Twitter @tamrintomagola meretweet tulisan berjudul “Luhut Ngamuk: Pak Jokowi Itu Tidak Pernah Bohong Sekali!”.

Pengamat politik Prijanto Rabbani turut menanggapi kegeraman Luhut. “Nyata-nyata di forum resmi #DebatPilpres2019 Jokowi paparkan data bohong, hoax. Luhut ini makin menggelikan saja...,” tulis Prijanto di akun @RabbaniProjects.

Seperti diketahui, Luhut sempat berang setelah Amien Rais menilai program sertifikasi tanah ala Joko Widodo hanyalah bohong. 

Ketika itu, Luhut mengaku paham betul rekam jejak sang pengkritik yang disebutnya senior itu dan tak segan mencari dosa-dosanya. Untuk jika ada yang ingin 'berkelahi' dengan dirinya sebaiknya pakai data bukan asal ngomong. 

Komentar

Artikel Terkait