Duh! Ruhut Sitompul Sebut Mulut Amien Rais Bau! Ada Apa?

itoday - Politisi yang juga pengacara Ruhut Sitompul menyoal pernyataan Sekretaris Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hanafi Rais, yang menyebut anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar telah “memutar lagu lama” isu penculikan aktivis 1998 oleh Prabowo Subianto cs.

Ruhut mengaitkan sikap Hanafi Rais itu dengan sikap Amien Rais, sang ayah. “Buah Apel jatuhnya tidak jauh dari pohonnya, “Hanafi Rais anak Amien Rais yang dikatakan Agum Gumelar siapa Prabowo lagu lama beri hidangan yang segar jangan yang basi nanti muntah gimana ya kalau yang diculik & dibunuh Keluarga Amien Rais? Oleh Prabowo Cs, hati-hati mulutmu harimaumu” Merdeka,” tulis Ruhut di akun Twitter @ruhutsitompul.

Tak hanya itu, Ruhut bahkan menyebut mulut Amien Rais ‘bau’. “Kalaulah malaikat tidur pasti dalam do’anya janganlah mimpi ketemu Amien Rais karena mulutnya ba’u. #01JokowiLagiIndonesiaMaju MERDEKA,” tulis @ruhutsitompul.

Sebelumnya Hanafi Rais mengomentari video viral Agum Gumelar yang memberikan kesaksian tentang sidang pemecatan Prabowo Subianto dari dinas kemiliteran. "Lagu lama diputar-putar terus," kata Hanafi Rais di gedung DPR, Senayan (12/03).

Menurut Hanafi, isu pemecatan Prabowo sudah usang. Hanafi menyinggung saat Prabowo menjadi cawapres Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat maju di Pilpres 2009. "Kalau memang itu masalahnya, Pak Prabowo juga dulu pernah jadi cawapresnya Ibu Megawati. Jadi sebenarnya sudah nggak ada masalah lagi soal itu," tutur Hanafi seperti dikutip detik.com (13/03). 

Hanafi pun tak khawatir isu yang diembuskan Agum itu bakal menggerus elektabilitas Prabowo. Politisi PAN ini justru menyarankan Agum agar lain kali menyuguhkan 'hidangan' yang lebih segar. "Kalau mau menyuguhkan hidangan pada masyarakat, berilah hidangan yang segar. Jangan yang basi. Kalau basi, nanti malah muntah," ujar Hanafi.

Dalam video viral itu, Agum menjelaskan mengenai struktur anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang diisi oleh perwira TNI bintang tiga. Agum dan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masuk dalam anggota DKP tersebut. Agum mengaku mengetahui kondisi korban penculikan 1998. Informasi itu didapat Agum dari mantan anak buahnya yang berdinas di Kopassus.

Komentar

Artikel Terkait