Mahathir Bantah Klaim Jokowi Soal Pembebasan TKI Siti Aisyah, Diplomat Senior: Offside Lagi Bah!

itoday - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad telah membantah pernah dilobi Pemerintah Indonesia untuk membebaskan Siti Aisyah, WNI yang dituduh membunuh Kim Jong-nam, saudara tiri Pemimpin Korut Kim Jong-un. “Saya tak dapat maklumat (saya tidak tahu ada lobi),” tegas Mahathir.

Belakangan, Wapres Jusuf Kalla (JK) meyakini bahwa Siti Aisyah bebas karena tak ada bukti yang kuat.  "Dia bebas karena tidak cukup bukti. Karena itu yang lainnya tentu tergantung kasusnya. Pemerintah selalu berusaha untuk membebaskan ataupun mengurangi hukumannya, setidak-tidaknya. Kalau kasusnya ada bukti bahwa dia membunuh membunuh ya (diadili), tapi kalau tidak ada bukti maka pemerintah selalu melobi," jelas JK.

Ekonom senior Rizal Ramli berkomentar keras atas klaim pembebasan Siti Aisyah. Menurut Rizal, menjadi kebiasaan tim Jokowi untuk over claimed. “Kebiasaan Tim Jokowi untuk over-claimed: tidak cerdas dan malu-maluin,” tulis Rizal Ramli di akun Twitter @RamliRizal.

Diplomat senior Hazairin Pohan menyebut klaim itu sebagai tindakan “offside”. “Offside lagi bah!” tulis Haz Pohan di akun @hazpohan mengomentari akun @hnurwahid milik Hidayat Nur Wahid yang meretweet tulisan bertajuk “PM Mahathir Bantah Dilobi Indonesia untuk Bebaskan Siti Aisyah”

Secara khusus mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suryo Prabowo mengomentari pernyataan Mahathir yang menegaskan “tidak mendapat maklumat”.  Prabowo menyimpulkan bahwa Pemerintah Malaysia tidak ikut campur urusan pengadilan. 

“Panjang lebar menjelaskan proses keterlibatan pemerintah dalam pembebasan Siti Aisyah, dijawab singkat: "Saya tidak dapat maklumat". Artinya, pemerintah Malaysia tidak ikut campur urusan pengadilan. Owalaaaah, emangnya di Indonesia?,” tulis Prabowo di akun @marierteman.

Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta maaf ke Mahathir melalui akun Twitter @Dahnilanzar. "Tun Dr @chedetofficial maaf kan pemerintah kami yang klaim melakukan lobi terhadap pemerintah Malaysia terkait Siti Aisyah. Kami menghormati keputusan pengadilan yang menyatakan tidak ada bukti SA terlibat pembunuhan," tulis @Dahnilanzar.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Arsul Sani, menanggapi permintaan maaf Dahnil pada Mahathir. Arsul menegaskan, pemerintah tidak pernah menyatakan melobi Mahathir secara langsung terkait kasus dakwaan pembunuhan Siti Aisyah. Arsul menyebut pemerintah melakukan silent diplomacy.

"Tidak ada statement Jokowi atau Menlu yang bilang bahwa pemerintah melobi langsung Mahathir. Yang saya tahu pemerintah menjalankan silent diplomacy, yakni melakukan pendekatan terhadap pihak yang berwenang di Malaysia sebagaimana biasanya kalau ada kasus-kasus hukum WNI di luar negeri. Ini memang bagian dari kewajiban pemerintah untuk melindungi warganya," kata Arsul seperti dikutip detik.com (13/03).

Komentar

Artikel Terkait