Saut Situmorang: Jokowi Bisa ‘Habisi’ Prabowo di Pengadilan Penculikan Aktivis 98? Kok Tak Dilakukan?

itoday - Pengadilan adalah tempat di mana semua tuntutan harus dibereskan. Jangan mengklaim diri sendiri benar sebelum ada proses pengadilan! 

Peringatan itu disampaikan sastrawan Saut Situmorang menanggapi polemik tentang dugaan penculikan aktivis 1998 oleh Prabowo Subianto yang kembali digaungkan oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar.

“Menuntut KEADILAN bagi korban Peristiwa 65-66 dan 98 tapi MENOLAK memberikan Keadilan kepada Yang Dicurigai Melakukan ya sama saja kalian! Pengadilan adalah tempat di mana semua Tuntutan harus dibereskan. Jangan mengklaim diri sendiri benar sebelum ada proses pengadilan!” tulis Saut di akun Twitter @AngrySipelebegu.

Saut justru mempertanyakan kesungguhan Pemerintahan Joko Widodo untuk menggelar persidangan kasus penghilangan Aktivis 1998. 

“Kalok Prabowo MEMANG penjahat HAM di balik penculikan/penghilangan Aktivis 98, bukankah sekarang saat paling tepat bagi @jokowi untuk menghabisinya dengan mengadakan Pengadilan kasus tersebut tapi kok gak dilakukan?! KENAPA?!” tanya @AngrySipelebegu.

Terkait pernyataan Agum Gumelar, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Arief Poyuono (13/03) akan melaporkan Agum ke kepolisian jika tidak bisa membeberkan bukti-bukti penculikan Aktivis 98.

“Kalau dalam waktu 3×24 jam tidak mau membeberkan bukti-bukti penculikan Aktivis 98 kita laporkan Agum Gumelar ke polisi," kata Arief Poyuono seperti dikutip rmol (13/03).

Arief menantang Agum tidak hanya ‘ngomong gede’. Kalau tahu dan punya bukti yang valid tentang penculikan Aktivis 98, Arief menantang untuk dibuka. "Kalau tidak ada berarti Agum Gumelar sudah bikin berita hoax," tegas Arief.

Sebelumnya dalam video viral yang beredar, Agum menyebut Prabowo terlibat pelanggaran HAM berat. Agum mengaku memiliki bukti. Selain itu Agum juga mengulas pemecatan Prabowo di dinas kemiliteran lantaran melawan perintah atasan.

Komentar

Artikel Terkait