Buta Hukum! Guru Besar USU Pro Jokowi ini Malah Bersyukur Akun Twitter Suryo Prabowo Dibajak

itoday - Guru besar Universitas Sumatera Utara Yusuf Leonard Henuk menyatakan bersyukur, akun Twitter mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suryo Prabowo dibajak. Profesor pertanian yang dikenal sebagai loyalis Joko Widodo ini telah mengesampingkan logika hukum, yakni, peretasan adalah pelanggaran hukum.

“Awal-awalnya @ProfYLH berseberangan dengan Letjen J.S. Prabowo, @marierteman, tapi syukur sekali kini akun ini sudah dipegang oleh orang yang "CINTA NKRI", sehingga saatnya kita bersatu untuk berani melawan kaum pendukung Khilafah pro-@prabowo dari @Gerindra. Jayalah kita pro-NKRI!,” tulis Yusuf Henuk di akun Twitter @ProfYLH.

Sejak semalam (11/04), akun Twitter @marierteman, milik Suryo Prabowo, berciut aneh. @marierteman mengecam kubu Prabowo Subianto didukung kaum pendukung Khilafah. Bahkan @marierteman menyatakan meragukan kepemimpinan Prabowo Subianto. Sebelumnya dibajak, @marierteman ikut mengunggah video penggrebekan lokasi kartu suara tercoblos capres/cawapres nomer urut 01, di Selangor, Malaysia.

Mantan vokalis grup musik Lingua, Frans Mohede, meminta semua pihak untuk menghiraukan akun @marierteman sebelum ada konfirmasi resmi dari Suryo Prabowo. “Akun twitter Pak J Suryo Prabowo @marierteman dan IG nya @suryoprabowo2011 TELAH DIBAJAK! Untuk sementara mohon hiraukan posting-postinganya sampai ada informasi lebih lanjut dari beliau,” tulis Frans Lingua di akun Twitter  @francmohede.

Akun baru milik Suryo Prabowo, @berteman_mari, menulis: "Kembali saya umumkan akun @marierteman dibajak orang. Mari kita benam dan RUSH rame-rame. Perjuangan selanjutnya pindah ke lapak baru  @berteman_mari."

Pembajakan akun @marierteman ini menyusul pembajakan akun-akun twitter pro-Prabowo yang selama ini menjadi top influencer. Yang pertama, akun milik Ustadz Haikal Baras, @haikal_hassan yang memiliki 337 ribu followers dibajak.

Setelah akun @haikal_hassan, berikutnya akun politisi Demokrat yang juga anggota BPN Prabowo Sandi, Ferdinand Hutahaen. Disusul kemudian akun milik Wasekjen PAN Faldo Maldini.

Berkaca pada kasus Jasriadi, peretasan seharusnya bisa dikenakan  UU ITE pasal ilegal akses. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Pekanbaru, Riau (06/04) memvonis terdakwa Jasriadi dengan hukuman 10 bulan penjara. Jasriadi divonis bersalah atas akses ilegal terhadap sistem elektronik sesuai Pasal 30 ayat (1) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 471 kali

Wawancara yang Aneh - Pak Leman Eps #3

Telah dilihat : 457 kali

Kambing Naik Alphard