Gatot Nurmantyo: Inti Bangsa Indonesia Adalah Bersatunya TNI dengan Rakyat

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan dalam kondisi saat ini (menjelang Pilpres), rakyat Indonesia harus bersatu, dan jangan mau dipecah-pecah oleh pihak lain.

"Perbedaan itu biasa, wong pilihannya cuma 2 kok. Cuma yang paling penting jangan mempertajam. Dalam kondisi seperti ini rakyat harus bersatu , harus dingin, jangan mau dipecah-pecah," kata Gatot Nurmantyo, ketika berbicara di dalam acara "Pidato Kebangsaan Indonesia Menang Bersama Prabowo-Sandi", di Surabaya, Jumat (12/04) 

Di awal pidatonya, Gatot mengutarakan bahwa dirinya datang ke acara tersebut karena merasa terpanggil, demi Bangsa, dan Rakyat Indonesia. "Saya ada di sini karena Merah-Putih. Karena negara, bangsa dan rakyat Indonesia. Bapak Prabowo meminta saya hadir untuk bicara masalah kebangssan, internasional, dan nasional" kata Gatot.

Menurut Gatot, terkait masalah internasional,  yang harus betul-betul diwaspadai rakyat Indonesia adalah penduduk global (global citizen). Dunia internasional tidak membicarakan masalah bangsa Indonesia, karena kebangsaan menghambat globalisasi. Dengan konsep global citizen ini, siapa pun bisa masuk ke negara lain, bisa menjadi penduduk negara lain, hanya dengan memiliki uang dan ijin.

"Contohnya di daerah Kepanjen, Jawa Timur. Di sana dibuat super blok , dibuat perumahan elit,  setelah itu Bupatinya menaikkan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak). Kira-kira petani sanggup gak (beli)? mereka pergi, mereka minggir. Setelah itu, penduduk negara lain, entah dari mana, datang ke situ, jelas Gatot. 

Gatot menilai, inilah yang harus benar-benar diwaspadai oleh pemerintah dan rakyat Indonesia. Jangan sampai bangsa Indonesia menghilang, meskipun Negara Indonesia masih tetap ada. 

Gatot juga menyoroti tentang kondisi nasional. Menurutnya, kekuatan dan inti Bangsa Indonesia, adalah bersatunya TNI dengan rakyat. 

"Tentang kondisi nasional, ada satu hal yang kritis, bahwa kekuatan dan inti bangsa indonesia adalah bersatunya TNI dengan rakyat. Kalau TNI-nya kuat, rakyatnya kuat, negara manapun tidak akan bisa masuk," jelas Gatot.

Menjelang akhir pidatonya, Gatot menjelaskan, yang paling penting bagi TNI adalah moralitas dan semangat juang. "Jika setiap prajurit ditanya, apa tolok ukur keberhasilan? Dalam hati dan pikiran setiap prajurit TNI adalah bukan mencari harta dan jabatan. Yang dicari adalah kapan dan bagaiman supaya mereka bisa menjadi pahlawan? Demikian juga Polri. Polisi-polisi yang ada di lapangan bersama-sama dengan rakyat, mereka semua penuh pengabdian," kata Gatot  (*)

 

Komentar

Artikel Terkait