China Paksakan OBOR, Indonesia Jadi TEKOR?

 

ITODAY - Bulan lalu (Maret 2019) ramai lagi berita tentang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. PT KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) merilis kabar pengerjaan fisik proyek tersebut. Setelah jadi, Jakarta-Bandung bisa ditempuh hanya dalam tempo 35 menit.  

Dahsyat bukan? cuma 35 menit! Tapi mengapa belakangan muncul tudingan bahwa proyek-proyek yang digelontorkan China bakal membuat Indonesia menderita? Benarkah Proyek OBOR bikin Indonesia TEKOR?

Mungkin karena ada cerita menyedihkan dari Zimbabwe, yang berutang 40 juta dollar AS kepada China? Tak mampu bayar utang, Zimbabwe harus mengganti mata uangnya menjadi Yuan sebagai imbalan penghapusan utang. 

Atau karena kabar duka dari Nigeria, yang disyaratkan China harus menggunakan bahan baku dan buruh kasar asal China untuk pembangunan infrastruktur di Negeria?

Atau karena cerita sedih Sri Lanka yang juga tidak mampu membayarkan utangnya kepada China, yang harus melepas Pelabuhan Hambatota kepada BUMN China? Atau serupa Pakistan, yang gagal bayar utang yang harus merelakan Gwadar Port mereka kepada China?

Atau jangan-jangan, karena adanya peringatan dari peneliti Jepang, bahwa Indonesia bisa berantakkan?  Bikin heran, karena Indonesia mau menerima pinjaman China dengan bunga besar 2% setahun? Padahal Jepang bisa memberikan pinjaman dengan bunga 0,1% per tahun? 

Lepas dari banyak kisah sedih di atas, baiknya kita lihat mengapa China begitu mengincar Indonesia.

Perkenalkan, sebuah gagasan China, Belt and Road (BRI) dikenal sebagai OBOR, alias One Belt (sabuk) One Road (jalan), adalah strategi China untuk membangun infrastruktur dan investasi di 152 negara. "Sabuk" mengacu pada rute darat untuk jalan dan kereta api, sedangkan "jalan" mengacu pada rute laut.

Dari peta OBOR, Indonesia akan dijadikan “pagar selatan” oleh China, yang merangkai ikatan kuat ke Thailand, Kamboja dan Laos . Tujuannya untuk mengamankan jalur darat dan maritim di Laut Cina. 

China telah memiliki 29 dari 39 rute maritim, 60% perdagangan impor-ekspor dan 80% impor minyak melalui Selat Malaka. China berencana menghubungkan jalur laut dari Cina hingga Samudra Hindia melalui Selat Malaka. 

Kerjasama RI-China membuat China berhasil menguasai proyek infrastruktur di Indonesia. Apa saja? 

Pembangunan jalur kereta super cepat Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya. Pembangunan 24 pelabuhan, 15 pelabuhan udara (air port), pembanguna jalan sepanjang 1000 km, pembanguan jalan kereta sepanjang 8700 km dan pembangunan listrik (power plan) berkapasistas 35 ribu mega watt ?

Apabila kita amati, pembangunan infrstruktur China menggunakan model paket lengkap. Dari mulai aliran utang dari China, bahan mentah dari China, sampai tenaga kerja kasar juga dari Cina?

Mengapa Indonesia Jadi Sasaran Cina? Apa yang didapat China? 

China bisa menguasai infrstruktur Indonesia, Cina mengantongi keuntungan hasil investasi, lapangan pekerjaan bagi warga China, penguasaan properti di sekitar infrastruktur yang dibangun? Jalur darat dan laut ini juga menjadi jalan bagi pasokan komoditas untuk China yang diambil dari seluruh pelosok Tanah Air ? Serta menyalurkan barang-barang China ke seluruh Indonesia.

Jika sudah begini, sepertinya pilihan ada di tangan kita. Ingin Indonesia "dikuasai" China? atau kita pilih mengutamakan kedaulatan bangsa dan kepentingan rakyat? Jangan lupa saudara sebangsa, besok penentuan apakah bangsa kita masih ada atau akan hilang !!!   (*) 

Tags #China

Komentar

Artikel Terkait