Dirut PLN Tersangka Korupsi PLTU Riau-1, Sofyan Sempat Bilang: Cabut Meteran Jika Mau TDL Turun!

itoday - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Dirut PLN Sofyan Basir sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi terkait dengan kesepakatan kontrak kerja sama Pembangunan PLTU Riau-1 (23/04).

Selain soal harta kekayaan yang mencapai Rp 106 Miliar, mantan Dirut BRI ini dikenal dengan pernyataan sadis ketika tarif dasar listrik (TDL) PLN naik, yakni “cabut meteran jika mau TDL turun”.

Praktisi hukum Johan Khan mengungkapkan kembali pernyataan kontroversi Sofyan Basir itu setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka. “Tahun lalu saya pernah posting bahwa sita-geledah yang dilakukan @KPK_RI di rumah Dirut PLN bukannya tanpa dasar. Tapi yang jelas orang ini pernah berkelakar tidak lucu cabut meteran jika mau TDL turun,” sindir Johan Khan di akun Twitter @CepJohan.

Terkait penetapan tersangka Sofyan Basir, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengingatkan KPK soal kemungkinan serangan balik dalam bentuk intimidasi, kriminalisasi, atau bentuk ancaman lainnya, terhadap upaya pengungkapan perkara korupsi proyek PLTU Riau-1.

Nama Sofyan Basir, telah beberapa kali disebutkan dalam sidang korupsi PLTU Riau-1 yang melibatkan Eni Saragih dan Idrus Marham. Sofyan Basir diduga turut menerima suap dan/ atau gratifikasi dari Johanes B. Kotjo. 

ICW mendorong KPK untuk mengungkap dengan lebih jelas dugaan adanya mafia pada sektor energi dan pertambangan batu bara, sekaligus memutus rantai mafia tersebut. KPK juga harus mengungkap secara tuntas keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara korupsi PLTU Riau-1. Melalui perkara ini, KPK juga perlu memantau dan menelusuri lebih jauh kerjasama dan pengadaan pembangkit listrik lainnya, mulai dari program fast track 10.000 mw tahap satu, sampai 35.000 mw saat ini.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 176 kali

Wawancara yang Aneh - Pak Leman Eps #3

Telah dilihat : 207 kali

Kambing Naik Alphard