Tak Rela Dimanfaatkan untuk Bemper Rekayasa, Said Didu Minta Mahfud MD Berhenti Memuji IT KPU

itoday - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memastikan bahwa kekeliruan penghitungan  suara terkait Pilpres 2019 di KPU hanya ada 0,0004 persen. Mahfud juga menegaskan bahwa tidak mungkin ada rekayasa terstruktur di KPU.

Hal itu ditegaskan Mahfud MD saat berkunjung ke kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta (24/04), didampingi Yenny Wahid dan Guru Besar Statistika Institut Pertanian Bogor Asep Saefuddin, yang tergabung dalam Gerakan Suluh Kebangsaan. Usai melihat ruangan kerja dan beberapa perangkat milik KPU, Mahfud meyakini lembaga yang diketuai Arief Budiman itu telah bekerja secara profesional.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyoal kesaksian Mahfud MD. Said Didu bahkan meminta Mahfud untuk berhenti memuji IT KPU. “Dari kejadian yang sederhana pada sistem IT KPU seperti penjumlahan tidak autokoreksi, otomatisasi data dengan penyesuaian gambar tidak terjadi dll menunjukkan bahwa sistem IT @KPU_ID amburadol atau memang dirancang untuk curang. Biar tidak  terlalu jauh, mohonn prof @mohmahfudmd berhenti memuji IT KPU,” tegas Said Didu di akun Twitter  @msaid_didu.

Said Didu menegaskan, ia tidak rela Mahfud MD dimanfaatkan KPU sebagai bemper kesalahan atau rekayasa sistem IT. “Masalah IT saya bahas khusus buat prof @mohmahfudmd karena saya  tidak rela beliau dimanfaatkan oleh @KPU_ID sebagai bemper kesalahan atau rekayasa sistem IT yang dibuat yang bagi orang yang sedikit saja paham tentang sistem IT pasti ketawa melihat sistem IT KPU,” tulis  @msaid_didu.

Secara khusus, Said Didu membeberkan soal perbedaan kriteria sistemik pada IT dengan sistemik pada Pemilu. “Sekedar tambahan info buat prof @mohmahfudmd bahwa kriteria sistemik pada IT beda dengan sistemik pada pemilu. Sistemik pada IT jika : 1) input data tidak sesuai fakta. 2) input data dipilih-pilih yang menguntungkan salah satu calon. 3) mengubah data. 4) mengunci data agar prosentase akhir tetap,” beber  @msaid_didu.

Mahfud MD berkilah dan menghindar dari diskusi soal IT dengan Said Didu. “Nanti semuanya akan terbukti pada saat hitung manual. Setelah hitung manual yang memuji maupun yang mencela IT KPU akan manggut-manggut. Kuncinya kan di situ. Setelah itu giliran MK yang akan diserang. Itu ritual politik sejak tahun 2004. Bagus juga, sih, demokrasi. City semalam menang ya Pak @saididu,” tulis Mahfud di akun @mohmahfudmd.

Komunikator Partai Demokrat Cipta Panca Laksana, turut menyoal kesaksian Mahfud MD soal IT KPU. “Yang bermasalah di IT-nya, yang datang ahli hukum sama ahli statistik. Kaki yang sakit dikasih obat sakit kepala. Ampunnn deh, begini amat ya penyelenggara pemilu,” tulis Panca di akun  @panca66.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 120 kali

Wawancara yang Aneh - Pak Leman Eps #3

Telah dilihat : 133 kali

Kambing Naik Alphard