Mahfud MD Tuding Pemilih Prabowo Islam Garis Keras, Iwan Piliang: Mungkin tak Lulus Penatar P4

itoday - Blunder Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD yang menyebut pendukung Prabowo Subianto berada di daerah Islam garis keras, menghantam balik. Apalagi di akun Twitter, Mahfud berkali-kali menyebut tidak terjadi kecurangan penghitungan suara Pilpres di KPU.

Wartawan senior Narliswandi Piliang atau Iwan Piliang mencoba mengungkap latar belakang Mahfud MD sehingga mengeluarkan statement blunder demi membela Joko Widodo. 

“Pak Boediono, mungkin ybs tak lulus Penatar P4 seperti saya. Yang lulus penatar angkatan 34 tahun 84 dan sebagai peserta termuda kala itu. Penghargaan diserahkan oleh ayahanda Bu Ani. Saya sudah lama koreksi tagline: Saya Pancasila.Tagline menghasut tak pantas diuarkan negara hanya karena tak paham SPOK,” tulis Iwan Piliang di akun Twitter @Iwanpiliang7 meretweet cuitan akun @asboediono milik agamawan AS Boediono atau Romo Boed.

Sebelumnya Romo Boed meminta Mahfud  MD untuk tidak menjadi partisan dan mencampuri urusan KPU. “Lebih baik Panjenengan tidak perlu berkomentar apapun, tidak perlu menjadi Partisan. BPIP harus tampil sebagai Pemersatu Bangsa lewat Ideologi Pancasila, jangan ikut mencampuri urusan KPU atau mempublish Kalah dan Menang Capres. Jadilah Warga Negara yang Baik dan Terhormat,” tulisan  @asboediono.

@Iwanpiliang7 menambahkan: “Income saya tak terkait dengan lembaga negara. Saya merdeka berpihak.  Bila ada Prof Dr seperti @mohmahfudmd  bertutur tak pas, lalu berpihak dalam Pilpres dan berada di lembaga negara seperti BPIP,  bertajuk Pancasila pula,  memang segalanya menjadi tanya, adakah yang salah dengan sekolah dan gelar?”.

Menanggapi tudingan Mahfud MD, anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon, menilai mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD semakin ngawur.  "Profesor itu semakin hari semakin ngawur dan memecah belah. Dan sangat disayangkan Pak Mahfud MD berbicara seperti itu. Jadi yang diucapkan Mahfud MD ini seperti menorehkan luka baru di atas luka lama. Bukan mempersatukan, dia malah memecah belah," kata Fadli seperti dikutip viva.co.id (29/04).

Terkait sepak terjang Mahfud MD belakangan ini, Fadli kembali mendesak pembubaran BPIP. "Saya kira saya dari awal mengatakan badan ini enggak perlu. BPIP yang diketuai Pak Mahfud ini dibubarkan saja. Enggak ada gunanya. Apalagi sekarang yang bersangkutan itu memecah belah. Jadi bubarkan saja BPIP itu. Enggak ada gunanya buang-buang duit rakyat. Dan juga apa isinya? Model Pancasila seperti apa? Ini yang dimaksud dengan pembinaan Pancasila?" tegas Fadli.

Komentar

Artikel Terkait