China Tegaskan Tidak akan Terlibat Dalam Perjanjian Nuklir Baru

itoday - China menolak saran bahwa mereka akan berbicara dengan Amerika Serikat (AS) dan Rusia tentang perjanjian baru yang membatasi senjata nuklir. Beijing mengatakan, pihaknya tidak akan mengambil bagian dalam negosiasi trilateral mengenai perlucutan senjata nuklir.

Presiden AS, Donald Trump pada pekan lalu mengatakan, dia dan Presiden Rusia, Vladimir Putin membahas tentang kemungkinan perjanjian baru yang pada akhirnya dapat mencakup China, dalam apa yang akan menjadi kesepakatan besar antara tiga kekuatan atom teratas dunia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang ketika ditanya mengenai pernyataan Trump tersebut mengatakan, pasukan nuklir Beijing berada pada tingkat terendah dari memenuhi kebutuhan keamanan nasionalnya. Dia mengatakan, apa yang dimiliki China tidak dapat dibandingkan dengan AS dan Rusia.

"China menentang negara mana pun yang berbicara tentang China mengenai masalah pengendalian senjata, dan tidak akan mengambil bagian dalam negosiasi trilateral mengenai perjanjian perlucutan senjata nuklir," kata Geng, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin (6/5).

Geng kemudian mengatakan bahwa China selalu menganjurkan larangan total dan penghancuran senjata nuklir secara menyeluruh.

"China percaya bahwa negara-negara dengan persenjataan nuklir terbesar memiliki tanggung jawab khusus dalam hal pelucutan senjata nuklir dan harus terus mengurangi senjata nuklir dengan cara yang dapat diverifikasi dan tidak dapat dibalik, menciptakan kondisi bagi negara-negara lain untuk berpartisipasi," imbuhnya

Komentar

Artikel Terkait