Tifatul Sembiring Senggol Hendro Soal Keturunan Arab: Jangan Merasa Abang Itulah Paling Paten!

itoday - Reaksi keras muncul dari banyak kalangan, terkait peringatan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono yang meminta Habib Rizieq Syihab dan WNI keturunan Arab supaya tidak menjadi provokator. 

Pembina Yayasan Al Husna Habib Mahdi Bin M. Luthfi Bin Yahya meminta agar Hendropriyono diam jika tidak tau sejarah. “Siapa yang benci sama Orang Arab Munafik, Siapa yang benci dengan keturunan Bani Hasyim Kufur (Al Hadits).” Hey... Jendral Kami Peringatkan Anda.. Jika Anda tidak tau Sejarah maka diam itu lebih Mulia.. #HendroLondoIreng,” tulis Habib Mahdi di akun Twitter  @habibmahdiyahya.

Hal senada diungkapkan mantan Menkominfo Tifatul Sembiring meminta semua pihak untuk tidak mengungkit-ungkit soal keturunan atau suku. Jika memang tidak mampu menyatukan jangan memecah belah.

“Sudahlah, NKRI ini indah lantaran kumpulan dari berbagai perbedaan. Tak usahlah ungkit-ungkit engkau turunan siapa, aku suku apa. Kalau tak mampu menyatukan, PALING TIDAK janganlah memecah belah. Jangan  merasa abang itulah paling paten..,” tulis Tifatul di akun @tifsembiring.

Sementara itu, Persatuan Alumni (PA) 212 akan melaporkan Hendropriyono ke polisi atas tuduhan ujaran kebencian. "InsyaAllah saya dan keturunan Arab yang lain akan melaporkan Hendropriyono yang telah melakukan ujaran kebencian membuat provokator bernuansa sara," kata tokoh PA 212 Novel Bamukmin seperti dikutip detik.com (07/05).

Sebelumnya, Ketua PA 212 Slamet Ma'arif menilai pernyataan itu menunjukkan bahwa Hendropriyono seorang yang rasis. Slamet juga menilai Hendropriyono tak paham sejarah. "Bukti dia rasis dan nggak ngerti sejarah," kata Slamet.

Kritik tajam bahkan datang dari pendukung Joko Widodo. Budayawan liberal Goenawan Mohamad menyesalkan pernyataan Hendropriyono yang mengaitkan pidato hasutan beberapa orang yang disebut habib dengan keturunan Arab.

“Hendropriyono seharusnya tak mengaitkan pidato hasutan beberapa orang  yang disebut “habib” dengan ketutunan Arab. Kita jangan terjerumus ke dalam rasialisme, jika kita mau tegakkan NKRI,” tulis Goenawan di akun  @gm_gm (07/05).

Komentar

Artikel Terkait