“Tudingan Rasis Hendropriyono dan Ryamizard, Islamophobia Terbuka Rambah Petinggi Negeri”

itoday - Sebelum geger pernyataan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono soal keturunan Arab, ternyata praktisi hukum Ruhut Sitompul sempat mengeluarkan tudingan rasis terkait hasil Pilpres 2019.

Tudingan rasis Ruhut di akun Twitter itu dibeberkan kembali Wasekjen MUI Ustadz Tengku Zulkarnain. Di akun Twitter @ruhutsitompul, loyalis Joko Widodo itu menuding pihak yang bertampang turunan Timur Tengah yang menolak hasil real count Pilpres KPU.

Pada 4 Mei 2019, @ruhutsitompul menulis: “Aku lihat yang menolak hasil Pilpres Real Count KPU mereka yang Menjual Agama tampang/raut mukanya Turunan Timur Tengah begitu juga Buronan yang coba mengkomporin dari Luar Negeri tolong Pak Tito Kapolri & Pak Hadi Panglima TNI Ditindak Tegas ingatkan mereka ini Indonesia MERDEKA.”

Cuitan @ruhutsitompul itu dicapture Ustadz Tengku Zulkarnaen di akun @ustadtengkuzul. “Bung @ruhutsitompul Anda rasis sebut-sebut tampang Timur Tengah segala. Dan Anda mestinya punya malu menyerang HRS padahal Beliau tidak pernah menyerang Anda, termasuk janji potong kuping yang Anda ingkari. Baik-baik saja Lae jangan rasis. NKRI Merdeka 90% jasa Umat Islam dengan Allahu Akbarnya,” tulis @ustadtengkuzul.

Yang terbaru, Menhan Ryamizard Ryacudu menyatakan bahwa ulama-ulama saat ini baru belajar sedikit di Arab sudah tidak jelas. "Saya enggak ngerti nih ulama-ulama sekarang, di mana dulu bapaknya nenek moyangnya, enggak pernah berjuang. Makanya kayak begitu tuh kelakuannya. Kalau ulama dulu-dulu nah, ini berjuang. Nih baru belajar sedikit di Arab sudah enggak jelas. Tambah lama tambah enggak jelas saja itu," ucap Ryamizard di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat (08/05).

Ryamizard menyebut khilafah, radikalisme dan juga kelompok ISIS sebagai ancaman terhadap Indonesia.  Islam di Indonesia menjunjung tinggi nilai persatuan, nasionalisme, dan toleransi. Karena itu, pasti kacau jika kelompok khilafah di Indonesia terlibat dalam politik atau pemilihan umum. "Makanya agak kacau ini kalau pemilu bergabung dengan salah satu kelompok ini (HTI). Nah ini termasuk yang satu ini, bahlul ini," ujar Menhan seperti dikutip detik.com (08/05).

Komunikator Partai Demokrat Cipta Panca Laksana langsung bereaksi. “Islamophobia terbuka udah merambah petinggi negeri,” tulis Panca di akun @panca66 menanggapi tulisan bertajuk “Ryamizard: Ulama Sekarang Belajar Sedikit di Arab Sudah Tidak Jelas”.

Artis yang juga politisi Partai Gerindra Rachel Maryam turut menyesalkan pernyataan Ryamizard tersebut. “Sangat disayangkan komentar SARA seperti ini keluar dari seorang Menhan,” tulis Rachel di akun  @cumarachel.

Komentar

Artikel Terkait