Praktisi Hukum Arman GN: “Tim Konyol Wiranto” Berani Senggol Gatot Nurmantyo akan Saya Sikat!

itoday - Di tengah kontroversi dan gelombang penolakan, tim khusus yang akan memantau ucapan dan perilaku  tokoh akhirnya dibentuk. Tim Asistensi Hukum Kemenko Polhukam ini dibentuk dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menkopolhukam Wiranto (09/05).

Menurut Wiranto, Tim Asistensi Hukum Kemenko Polhukam saat ini beranggotakan 22 orang pakar ditambah dengan dua orang staf yang membantu tugas tim. Organisasi profesi akan membantu menilai dan mengevaluasi apakah aksi-aksi yang dilakukan sejauh ini telah meresahkan masyarakat dan mengarah ke tindakan inkonstitusional.

Praktisi hukum senior Arman Garuda Nusantara jauh-jauh mengingatkan, jika tim bentukan Wiranto itu mengusik mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, dirinya siap “menyikat” para pakar itu secara hukum. 

“Para Gubes, Doktor Hukum dan Pejabat yang tergabung di Tim Asistensi Konyol bentukan Pak @wiranto1947 ini apabila berani-beraninya menyenggol Panglima Rakyat Jenderal TNI (P) @Nurmantyo_Gatot , maka saya sendiri yang akan sikat mereka semua secara hukum. Ingat itu...!!!,” tulis Arman di akun Twitter  @armangn8.

Sejumlah nama pakar yang tergabung dalam Tim Asistensi Hukum Kemenko Polhukam: Muladi, Romli Atmasasmita, Muhammad Mahfud MD, Indriyanto Seno Adji, I Gede Panca Astawa, Faisal Santiago, Ade Saptomo, Harsanto Nursadi,  dan Teguh Samudera.

Wiranto pun membantah jika dikatakan kehadiran Tim Asistensi Hukum Kemenko Polhukam ini menjadi pertanda pemerintah mulai bertindak otoriter, seperti pemerintahan Orde Baru. Kata Wiranto, Tim Asistensi Hukum merupakan upaya pemerintah dalam menegakkan hukum dan peraturan yang telah disepakati.

"Kita mengajak pakar-pakar yang di masyarakat, representasi masyarakat, kita ajak bersama-sama ya untuk menelaah itu, menganalisis itu. Agar dari masukan itu aparat keamanan, polisi, kejaksaan, bisa bertindak melakukan aksi yang sudah di-back up masukan dari pakar hukum yang otomatis representasi dari masyarakat," kata Wiranto (09/05).

Komentar

Artikel Terkait