Polri Identifikasi Teror pada 22 Mei, Ahmad Yani: Tim Pengkaji Omongan Tokoh, ini Dikaji Juga!

itoday - Markas Besar Polri mengedentifikasi jaringan kelompok teroris Jamaah Ansorud Daulah (JAD) kemungkinan akan melancarkan aksi teror pada 22 Mei 2019. Bertepatan dengan pengumuman hasil rekapitulasi suara Pemilu/Pilpres yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Politisi senior Ahmad Yani melontarkan sindiran terkait hasil identifikasi serangan teroris oleh Kepolisian tersebut. Mantan anggota Komisi III DPR RI ini mengaitkan publikasi itu dengan upaya “menebar ketakutan” pada warga.

“Kebetulan amat ya, 22 Mei JAD akan lakukan Aksi. Kalau nggak ada apa kira-kira sanksi bagi penebar ketakutan seperti ini? Mohon Tim Pengkaji Omongan Tokoh, ini dikaji juga...,” sindir Ahmad Yani di akun Twitter @Ayaniulva.

Personel band Lingua Frans Mohede mengkhawatirkan isu itu akan digunakan pihak lain untuk menuding pendukung capres nomor urut 02 sebagai teroris. “Teroris kok kayak tukang sop buah ya?? ramenya musiman dan udah ketebak... Hadehh, ntar kita pendukung 02 dibilang teroris. Pendukung 01 nya teriak "tuh kan bener! Paslon 2 radikal dan didukung teroris" .. PINTER!,” sindir Frans di akun  @francmohede.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan soal indikasi serangan teror JAD pada 22 Mei. “Karena sudah ada indikasi, beberapa minggu lalu kita sudah melakukan. JAD Lampung dan Bekasi, dan pemeriksaan terhadap dua kelompok tersebut mereka sepakat akan melakukan serangan saat massa kumpul di KPU tanggal 22. Ini perlu kita antisipasi secara maksimal," ujar Dedi seperti dikutip viva (13/05).

Menurut Dedi, kelompok JAD masih ada, dan masih dalam pengejaran Detasemen Khusus 88. Mereka bisa melakukan serangan sebelum tanggal 22 maupun saat tanggal 22 itu sendiri. "Momen ketiga itu pasca pengumuman. Pasca pengumuman juga tetap fokus pengamanan hasil Pileg, dan Pilpres secara nasional. Itu juga terus fokus kita amankan," kata Dedi.

Komentar

Artikel Terkait