Guru Besar UI: Jika Prabowo WO tak Terima Hasil Pilpres, Kredibilitas Pemerintah RI Jatuh di Mata Dunia

itoday - Guru besar Universitas Indonesia (UI) Ronnie Higuchi Rusli mengingatkan, kredibilitas Pemerintah RI di mata dunia akan jatuh jika capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak mau menerima hasil Pilpres karena ditemukan banyak kecurangan. 

Demikian juga ekonomi RI akan terpuruk jika Prabowo tidak mau memberikan ucapan apapun kepada pemerintah. “Kalau @prabowo sudah walk out tidak terima hasil yang curang dan tidak mau menemui maupun memberi ucapan apapun kepada pemerintah karena kecurangan masif, sulit ekonomi negara walapun cuma berjalan dengan 50% untuk memperbaiki kondisi keterpurukan ekonomi, juga kredibilitas pemerintahan di mata dunia,” tulis Ronnie Rusli di akun Twitter  @Ronnie_Rusli.

Menurut Ronnie, pihak luar tidak akan percaya dengan pemerintah yang sudah “expired” sekaligus “curang”. “Pemerintah yang sudah expired saja gak dipercaya apalagi yang sama lanjut dan curang., ke dalam curang apalagi ke luar siapa yang percaya. Kita jadi pengamat saja kedepannya,” tulis  @Ronnie_Rusli menjawab respon akun @sibernyil.

Sebelumnya @sibernyil merespon pernyataan @Ronnie_Rusli: “Seberat itukah pukulannya terhadap ekonomi Prof, Asing kan gak peduli dengan kecurangan.”

Menurut juru bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN), Andre Rosiade, Prabowo Subianto menolak hasil penghitungan KPU dalam konteks Pemilihan Presiden 2019, bukan calon legislatif. "Karena memang kecurangan itu dirasakan di Pilpres. Pak Jokowi itu kan capres bukan caleg," ujar Andre seperti dikutip kompas (15/05).

Saat ditanya apa yang akan dilakukan BPN setelah KPU mengumumkan hasil penghitungannya 22 Mei, Andre mengaku belum mengetahui rencana setelah 22 Mei. Namun, sejauh ini BPN akan terus memantau proses yang dilakukan KPU setelah pernyataan Prabowo ini. "Yang jelas kami fokus dulu memantau apakah KPU akan melakukan perbaikan atau tidak," ujar Andre. 

Dalam acara "Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta  (14/05), Prabowo Subianto menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh KPU. "Saya akan menolak hasil penghitungan suara pemilu, hasil penghitungan yang curang," tegas Prabowo.

Komentar

Artikel Terkait