Alvin Lie: Setiap Hari Indonesia Tambah Utang Rp1 T, Ini yang Menjadikan Menkeu RI Terbaik Sejagat?

itoday - Komisioner Ombudsman RI Alvin Lie menyoal pertumbuhan utang Pemerintah RI yang hingga April 2019 mencapai Rp 4.528,45 Triliun. Dari hitungan itu Alvin memastikan bahwa setiap hari Indonesi menambah utang nyaris Rp1 Triliun.

“Dalam 1 tahun RI nambah hutang Rp.347T. Ada 365 hari dalam 1 tahun. Berarti SETIAP HARI Indonesia nambah hutang nyaris Rp.1T. Mungkin itu yang menjadikan MenKeu RI terbaik sejagat raya?,” tulis Alvin Lie di akun Twitter @alvinlie21 mengomentari tulisan bertajuk “Utang Pemerintah Setahun Naik Rp 347 T, Ini Rinciannya.”

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis perkembangan APBN. Dalam konferensi pers “APBN Kita”, terungkap data kondisi keuangan negara termasuk utang pemerintah.

Hingga April 2019 total utang pemerintah mencapai Rp 4.528,45 triliun. Jumlah utang tersebut rasionya setara dengan 29,65% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Utang RI turun jika dibandingkan dengan posisi utang di bulan sebelumnya. Tetapi masih lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Bulan April 2019 juga menjadi catatan terburuk perekonomian Indonesia. Di mana,  defisit perdagangan mencapai rekor terburuk sepanjang sejarah Indonesia, yakni mencapai sebesar US$2,5 miliar. Defisit itu disebabkan oleh defisit sektor migas dan nonmigas masing-masing sebesar 1,49 miliar dolar AS dan 1,01 miliar dolar AS.

Analis Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra menilai, defisit perdagangan yang mencapai rekor terburuk di April 2019 membuktikan bahwa resep-resep yang dikerjakan oleh tim ekonomi Jokowi, termasuk Menkeu Sri Mulyani yang berada di dalamnya telah gagal.

“Resep-resep apakah itu? Seperti diketahui, sejak tahun lalu berbagai resep untuk memperbaiki berbagai defisit dalam indikator seperti neraca perdagangan coba dilancarkan pemerintah Jokowi. Sebut saja resep menaikkan PPh pasal 22, seribuan jenis barang impor yang efektif 13 September 2018, melaui peraturan menteri keuangan,” kata Gede seperti dikutip timesindonesia (16/05).

Komentar

Artikel Terkait