Lieus Sungkharisma Ditangkap, Gatot Nurmantyo: Beliau Pejuang Sejati, Saya Hormat dan Kagum

itoday - Kepolisian yang seharusnya menjadi alat negara untuk menjaga keamanan masyarakat kini sudah beralih fungsi menjadi “algojonya” penguasa rezim. Apakah ini yang dinamakan “Promoter” (profesional, modern dan terpercaya?

Pernyataan itu dilontarkan praktisi hukum Arman Garuda Nusantara menangapi penangkapan juru kampanye BPN Prabowo-Sandi, Lieus Sungkharisma. 

“Polisi yang seharusnya menjadi Alat Negara untuk menjaga keamanan Masyarakat kini sudah beralih fungsi menjadi Algojonya Penguasa Rezim. Apakah ini yg dinamakan Promoter; Profesional, Modern dan Terpercaya? Cc: Mang Prof Tito,” tulis Arman di akun Twitter  @armangn8.

Arman juga mengutip pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo terkait penangkapan Lieus. 

“Tanggapan dari Panglima Rakyat Jenderal TNI (P) @Nurmantyo_Gatot atas penangkapan Aktivis Demokrasi Bung Lieus Sungkharisma hari ini; “Beliau Pejuang sejati saya hormat dan kagum.Cc: @Fahrihamzah @BertemanM @sjafriesjams @RamliRizal @fadlizon @prabowo @sandiuno,” tulis @armangn8.

Sebelumnya, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno juga meyakini bahwa Lieus Sungkharisma sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai Pancasila sehingga tidak bersalah. 

"Jadi mari kita sikapi dengan bijak dan saya yakin Pak Lieus itu orang yang sangat Pancasilais. Beliau seorang etnik Tionghoa yang dekat sama saya, pendukung, dan dia cinta kedamaian. Saya yakin beliau tidak bersalah dan beliau tidak makar," kata Sandiaga seperti dikutip detik.com (20/05).

Menurut Sandiaga, bila semua dikategorikan makar maka dapat memberangus kebebasan demokrasi. "Satu lagi pendukung Prabowo-Sandi yang dikriminalkan, disangkutkan kepada masalah hukum. Kalau kita terlalu mudah semuanya di kategorikan sebagai kegiatan makar akan membengarus kebebasan berdemokrasi kita," kata Sandi. 

Lieus Sungkharisma ditangkap aparat kepolisian di Apartemen Hayam Wuruk. Lieus ditetapkan sebagai tersangka makar. Saat diamankan, tangan Lieus terlihat diikat dengan kabel tis berwarna putih. 

Lieus sendiri menyatakan diperlakukan tidak manusiawi oleh oknum aparat. "Ditahan ya nggak apa-apa, saya udah, ikuti aja padahalkan panggilan baru dua. Saya langsung ditarik, saya diangkat kayak ogoh-ogoh ya kan. Jadi nggak adil-lah inilah," kata Lieus kepada wartawan di Gedung Direktorat Reserse Kiriminal Umum Polda Metro Jaya (20/5).

Komentar

Artikel Terkait

Selasa, , 18 Juni 2019 - 17:09 WIB

BW: KPU Gagal "Narasi" Meyakinkan MK

Sabtu, , 15 Juni 2019 - 07:40 WIB

Keyakinan Menhan Pada Kivlan