Polda Metro Tarik SPDP Prabowo "Makar", Gede Pasek: Hukum Kok Dibuat Tarik Tambang Begini!

itoday - Polda Metro Jaya akhirnya menarik Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama Prabowo Subianto terkait kasus makar. 

"Karena perlu dilakukan kroscek dengan alat bukti lain, oleh karena itu belum perlu sidik (penyidikan-Red) maka SPDP ditarik," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (21/05).

Praktisi hukum senior Gede Pasek Suardika mengomentari upaya pihak Polda Metro Jaya itu. “Hukum kok dibuat tarik tambang begini....,” tulis Gede Pasek di akun Twitter @G_paseksuardika mengomentari tulisan bertajuk “Polda Metro Tarik SPDP Prabowo”.

Anggota Komisi Yudisial (KY) Farid Wajdi turut menyoal langkah kepolisian itu. “Hehe....obral proses hukum,” tulis Farid di akun  @farid_wajdi70 menanggapi tulisan berjudul “Polda Tarik SPDP Terlapor Prabowo Subianto”.

Argo membeberkan alasan penarikan SPDP atas nama Prabowo itu. “Bapak Prabowo merupakan tokoh bangsa yang harus dihormati. Dari hasil analisis penyidik bahwa belum waktunya diterbitkan SPDP, karena nama Pak Prabowo hanya disebut namanya oleh tersangka Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma," ungkap Argo.

Menurut Argo, yang ditarik hanya SPDP Prabowo saja, yang lain tidak ditarik. "Yang ditarik SPDP-nya Pak Prabowo saja, yang lain tetap dalam proses," kata Argo.

Sebelumnya beredar SPDP terkait kasus dugaan makar tersangka Eggi Sudjana. Dalam SPDP tertanggal 17 Mei 2019 itu, disebutkan bahwa penyidik Polda Metro Jaya mulai menyidik kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana yang dilakukan bersama terlapor lainnya, di antaranya Prabowo Subianto.

Komentar

Artikel Terkait