Eks Komandan Korps Marinir Letjen Suharto: Pemilu 2019 Paling Curang dan Paling tak Bermartabat

itoday - Pemilu 2019 merupakan pemilu paling curang dan paling tidak bermartabat. Selama Indonesia merdeka belum ada Pemilu seburuk 2019.

Penegasan itu disampaikan mantan Komandan Korps Marinir Letjen Marinir (Purn) Suharto dalam orasi di depan massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) yang di gelar di depan Gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta (21/05).

Di depan massa, Suharto menegaskan bahwa tidak ada kata lain selain melawan kecurangan Pemilu 2019. “Kita di sini sama-sama didzolimi. Selama saya berdinas digelar beberapa kali pemilu. Tetapi pemilu yang sekarang ini, pemilu yang paling curang dan paling tidak bermartabat. Bagi saya, tiada kata lain, lawan..lawan dan lawan,” tegas Suharto.

Dalam orasi di atas mobil komando itu, Suharto meminta kesadaran prajurit TNI dan Polri untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat. 

“Saya minta adik-adikku TNI dan Polri, ini tugas pokok kita melawan kedzoliman. Terbaik untuk rakyat dan terbaik untuk NKRI. Kita tidak boleh mengkhianati demokrasi. Jangan kalian menjadi alat kekuasaan. Saya sudah pensiun, tetapi melihat ini saya tidak akan pensiun. Akan saya wakafkan sisa usia saya ini untuk melawan kedzoliman,” seru Suharto.

Secara khusus, Suharto mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa dan alumni Universitas Indonesia yang hadir pada aksi GNKR. “Terima kasih temen-temenku dari UI khususnya Aktivis 98. Tidak hanya Jaket Kuning, saya meminta jaket-jaket yang lain. Kalo ada orang yang mengaku-ngaku Aktivis 98, saya tahu. Saya tahu orang-per orang dari Aktivis 98, karena saya pelaku reformasi 98. Demi anak cucu kita, kita bangkit atau punah,” tegas Suharto.

Suharto juga menegaskan bahwa neokolonialisme dan komunisme harus dilawan. “Ini harus kita lawan. Invasi besar-besaran China ke indonesia. Ini sudah melanggar daripada sumpah kita. Neokolonialisme dan komunisme harus dilawan,” pungkas Suharto dalam orasinya.

Massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) hari ini (21/05) memadati Jl MH Thamrin, tepat di depan Gedung Bawaslu RI. Massa aksi menuntut Bawaslu mendiskualifikasi pasangan capres/cawapres Joko Widodo-Maruf Amin. 

Komentar

Artikel Terkait