Petugas Medis Dompet Dhuafa Dihajar Polisi, Pemikir Islam: Beringas! Di mana Peran Kepala Negara?


itoday
- Dua anggota tim medis Dompet Dhuafa yang bertugas di aksi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) di depan Gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin (22/05), dikabarkan telah dihajar oknum aparat kepolisian.

Kabar itu dibenarkan Direktur Program Dompet Dhuafa Bambang Suherman. Bambang membenarkan kejadian penyerangan terhadap tim medis Dompet Dhuafa oleh aparat polisi, sekitar pukul 00:16 WIB. Dua anggota tim medis itu terpaksa dilarikan ke RSPAD.

Pemikir Islam Iwan Januar mengecam aksi beringas oknum polisi itu. Iwan mempertanyakan peran Kepala Negara dalam memberikan perlindungan kepada warga negara.

“Tenaga medis saja dihantam juga. Beringas. Jadi siapa sebenarnya meneror siapa? Di mana peran kepala negara? Tak bisakah beri perlindungan pada warga sendiri? #JokowiMundurlah #HijrahPeradaban,” tulis Iwan di akun Twitter @iwanjanuarcom meretweet tulisan berjudul “Dua Anggota Tim Dompet Dhuafa Terluka dan Terpaksa Dilarikan ke RSPAD”.

Founder AMI Foundation, Azzam M Izzulhaq menyebut perbuatan oknum polisi itu sangat keji. “Petugas medis, dalam kondisi perang sekalipun adalah DILINDUNGI sebagaimana Konvensi Jenewa Bab IV 12 Agustus 1949. Dan, saya mendapati kabar bahwa OKNUM aparat keamanan telah menyerang petugas medis dari Dompet Dhuafa jam 00.16 WIB tadi. Kalian memang keji!,” tegas Azzam di akun  @AzzamIzzulhaq.

Cendekiawan Islam Ustadz Abdullah Haidir bahkan menyebut perbuatan oknum aparat itu pantas di berikan “kartu merah”. “Kartu merah ini mah kalau tenaga medis dihajar juga... jadi yang rusuh aparat apa peserta aksi?” tulis Abdullah di akun @abdullahhaidir1.

Komentar

Artikel Terkait