Hidayat Nur Wahid Komentari Foto Polisi Sholat: Semoga Bisa Bedakan Perusuh Bertato dan Tim Medis

itoday - Politisi senior PKS Hidayat Nur Wahid mengapresiasi anggota polisi yang menyempatkan waktu untuk sholat di sela-sela tugas menjadi aksi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR).

Apresiasi itu disampaikan Hidayat Nur Wahid (HNW) mengomentari foto anggota Polri yang sedang beribadah yang diunggah akun Twitter Divisi Humas Polri @DivHumas_Polri.

Foto itu melampiri cuitan @DivHumas_Polri: “Didalam Sujud Kami, Kutitipkan Doa Untuk Bangsa Ini. -Pengabdian Kami Untuk Negeri-#PolriJagaNegeriIni @PolriMultimedia .”

Menurut HNW, sholat berdampak positif dan akan menjauhkan dari segala yang keji dan mungkar. “Selamat dirikan sholat,dan maksimalkn doa saat sujud. Sholat berdampak positif. Akan dijauhkan dari segala yang “keji dan jahat(fakhsyaa wa munkar)”. Sehingga nuraninya hidup, bisa bedakan ini perusuh bertato, dan itu tim medis yang layak dibantu. Maka Bangsa dan Negarapun aman dan   sejahtera,” tulis HNW di akun Twitter @hnurwahid.

HNW sejak awal mengkritisi insiden penganiayaan oknum kepolisian pada anggota tim medis Dompet Dhuafa dan HILMI Bekasi. 

Sebelumnya, @hnurwahid  menulis: “Teka-teki Penyusup Massa Damai di Aksi 22 Mei”. Menurut Polisi, mereka adalah para preman bayaran. Tapi tim medis dari Dompet Dhuafa maupun dari HILMI Bekasi, jelas bukan perusuh, tidak bertato, dan tidak menyusup, bukan pula bayaran, mereka relawan kemanusiaan.” 

Tak hanya itu, HNW juga mendesak dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) kerusuhan 22 Mei. “Wajah-wajah Perusuh Aksi 21-22 Mei di Jakarta yang Diciduk Polisi. Tubuh bertato, Wajah-wajah kusut yang sepertinya tak tersentuh air wudhu. Beda betul dengan wajah tim Medis DD dan HILMI yang dianiaya “banyak oknum” aparat. TPF dari DPR, Komnas HAM, Ombudsman penting segera dibentuk,” tegas @hnurwahid.

Komentar

Artikel Terkait