Iran Ancam Binasakan Kapal Perang AS dengan 'Senjata Rahasia'

itoday - Angkatan bersenjata Iran mengancam bisa menenggelamkan kapal perang Amerika Serikat yang tengah berada di kawasan Timur Tengah dengan rudal dan "senjata rahasia" mereka. Ancaman itu disampaikan salah satu petinggi militer Iran, Jenderal Morteza Qorbani.

Qorbani, seorang penasihat komando militer Iran, menganggap pengerahan kapal induk dan rencana AS menambah pasukan di kawasan Timur Tengah merupakan langkah yang bodoh. 

"Amerika mengirimkan dua kapal perangnya ke kawasan Timur Tengah. Jika mereka tetap berkomitmen melakukan kebodohan itu, kami akan membuat kapal-kapal itu tenggelam ke dasar laut bersama kru dan pesawat mereka menggunakan dua rudal atau dua senjata rahasia kami," kata Qorbani kepada kantor berita Mizan, Minggu (26/5).

Pernyataan itu diutarakan Qorbani di saat ketegangan Iran dan AS yang terus memanas di kawasan dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah Presiden Hassan Rouhani mengancam akan melanjutkan program nuklir negaranya.

Langkah itu diambil Iran setelah Presiden AS, Donald Trump, memutuskan keluar dari perjanjian nuklir JCPOA pada Mei 2018 lalu. Washington juga kembali menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap Teheran.

Sejak ultimatum Rouhani tersebut, AS dan Iran terus saling kecam.

Meski tak berniat perang, Trump telah mengirimkan dua kapal induk dan pesawat pengebom ke Timur Tengah.

AS bahkan mengumumkan akan mengirim sekitar 1.500 pasukan tambahan ke Timur Tengah. Washington menegaskan pengerahan pasukan itu dilakukan untuk meningkatkan pertahanan dalam menghadapi ancaman Iran.

Menanggapi langkah AS, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menegaskan negaranya akan melawan segala bentuk agresi baik militer maupun ekonomi.

"Kami akan melawan segala bentuk upaya perang terhadap Iran baik itu secara ekonomi atau militer. Kami akan menghadapi ancaman-ancaman itu dengan kekuatan kami," kata Zatif dalam pidatonya di Konferensi Baghdad kemarin seperti dikutip Reuters.

Meski begitu, di saat bersamaan, Zarif mengatakan Iran ingin menjalin relasi yang lebih baik lagi dengan negara Arab di Teluk.

Zarif bahkan telah mengusulkan menandatangani pakta non-agresi dengan negara-negara Teluk. 

 

(Sumber)

Tags #Iran #AS

Komentar

Artikel Terkait