Elit 02 Jadi Tersangka Makar, Prabowo: Seruan Referendum Aceh , Disebut Makar atau Separatis?

itoday - Pemerintah tidak bisa menganggap sepele seruan referendum Aceh. Pernyataan ini akan memicu pernyataan yang sama dari daerah lain. Permintaan referendum karena rejim pemerintah tidak adil.

Pendapat itu disampaikan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Ketua DPA Partai Aceh (PA) Muzakir Manaf atau Mualem pada pidato politik di hadapan elite Aceh (27/05).

“Pernyataan REFERENDUM ACEH jangan dianggap sepele oleh pemerintah. Pernyataan ini akan memicu pernyataan sama dari daerah lain. Tunggu saja..!! Jangan tanya kenapa, jawabannya karena kalian REJIM PEMERINTAH PALING TAK ADIL,” tulis Ferdinand di akun Twitter @FerdinandHaean2.

Mantan Kasum TNI Letjen (purn) Suryo Prabowo turut mengomentari seruan referendum Aceh.  “Seruan Aceh untuk Referendum seperti ini bisakah dikategorikan makar atau sparatis?” tanya Prabowo di akun  

@BertemanM meretweet tulisan bertajuk “Heboh! Muzakir Manaf Serukan Aceh untuk Referendum, Ikut Langkah Timor Leste”.

Pertanyaan Prabowo itu kontras dengan fakta penangkapan dan penetapan tersangka makar yang dialamatkan pada elit pendukung capres/cawapres nomor urut 02 jelang dan pasca kerusuhan 21-22 Mei. 

Seruan Mualem soal referendum Aceh disampaikan pada peringatan Kesembilan Tahun wafatnya Wali Neugara Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Muhammad Hasan Ditiro di Gedung Amel Banda Aceh  (27/05) malam.

“Alhamdulillah, kita melihat saat ini, negara kita di Indonesia tak jelas soal keadilan dan demokrasi. Indonesia diambang kehancuran dari sisi apa saja, itu sebabnya, maaf Pak Pangdam, ke depan Aceh kita minta referendum saja,” tegas Mualem yang disambut tepuk tangan dan yel-yel “Hidup Mualem”.

Senator asal Aceh, Fachrul Razi, menilai, referendum adalah mekanisme demokrasi dalam memberikan hak politik rakyat untuk menentukan masa depannya.

Menurut Fachrul, referendum adalah solusi damai untuk Aceh dan hak konstitusional setiap warga negara.  “Mengapa saya berbicara referendum? Karena saya wakil Aceh di pusat. Jika Rakyat Aceh menginginkan referendum, sebagai wakil Aceh sangat wajar saya memperjuangkan itu,” tegas Fachrul Razi seperti dikutip eramuslim (28/05).

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 176 kali

Wawancara yang Aneh - Pak Leman Eps #3

Telah dilihat : 207 kali

Kambing Naik Alphard