Jenderal Gatot Geram Senior TNI Dituding Makar! Mengapa Rachel Maryam Sebut Wiranto “Putih Suci”?

itoday - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto bersumpah bahwa pengakuan empat saksi yang akan membunuh empat tokoh nasional atas perintah Mayjen (Purn) Kivlan Zen, adalah  bukan karangan pemerintah dan aparat keamanan.

"Ini pengakuan dari berita acara pemeriksaan, testimoni yang disumpah, bukan karangan kita. Paling tidak kan sudah bisa menetralisir bahwa 'ah ini Wiranto Lebay', karangan pemerintah karangan aparat keamanan untuk cari popularitas, Masya Allah saya katakan," ujar Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan (12/06).

Tidak sedikit publik figur yang mempertanyakan penetapan tersangka Kivlan Zen sebagai tersangka kerusuhan 22 Mei 2019.

Artis yang juga politisi Partai Gerindra Rachel Maryam bereaksi keras atas pertanyataan Wiranto tersebut. “Siap. Karena semua yang keluar dari mulut Bapak sangat bisa dipercaya. Bapak kan orang jujur putih suci tanpa dosa. Bukan begitu pemirsa?,” tulis Rachel di akun Twitter @cumarachel.

Sementara praktisi hukum Dusri Mulyadi menyindir sikap Wiranto terkait ancaman pembunuhan terhadap empat tokoh nasional.

“Kalo ane jadi Wiranto, dan Kivlan Zein terbukti perintahkan bunuh ane, yang pasti sih ane bakal marah besar. Ane bakal semprot Kivlan: "Woi Kiv, gua ini Jenderal, mantan Panglima, masa lu kirim preman buat bunuh gua..lu ngeremehin gua? Aktivis mahasiswa aja ditanganin Tim Mawar !",” sindir Dusri di akun @dusrimulya.

Sosiolog yang juga Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarata Musni Umar menegaskan ketidakpercayaannya jika dikatakan Kivlan Zen mau membunuh para pejabat dan melakukan makar.

“Mayjen TNI Purn Kivlan Zen, teman baik walau jarang bertemu. Saya tidak percaya dia mau bunuh para pejabat dan melakukan makar. Pakai apa? Beliau tidak punya kekuasaan, tidak banyak uang karena bukan pengusaha. Bukan pimpinan Ormas. Hanya Jenderal Purnawirawan yang idealis, cinta negerinya dan anti komunis,” tegas Musni Umar di akun @musniumar.

Sebelumnya, dalam wawancara khusus di TV One (11/06), Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bersuara lantang terkait ditetapkannya dua purnawirawan TNI sebagai tersangka makar. Yakni Kivlan Zen dan mantan Danjen Kopassus  Mayjen (Purn) Soenarko.

"Kita perlu komunikasi publik yang sejuk. Jangan mendiskreditkan satu kelompok. Itu senior-senior saya. Saya tahu persis mereka memiliki dedikasi dan sebagian besar hidupnya disumbangkan untuk negara. Kemudian tiba-tiba hanya karena komunikasi dikatakan makar. Bagi seorang patriot, ini sangat menyakitkan sekali. Ini yang sangat menyakitkan." tegas Jenderal Gatot. 

Komentar

Artikel Terkait