Aktivis NU Ributkan “Celana Cingkrang” di KPK, Wartawan Senior: Karena Kasus BLBI Dicolek?

itoday - Proses pemilihan Komisioner KPK ditingkahi isu Islam radikal. Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) ramai-ramai menguar sinyal bahwa di tubuh KPK telah menguat “kaum Islam cingkrang”. 

Intelektual muda NU Akhmad Sahal sepakat dengan tulisan aktivis liberal Denny Siregar yang bertajuk “Ada ‘Thaliban’ di KPK?”. Dalam tulisan ini Denny mengungkapkan bahwa Pansel Pimpinan KPK akan mencari pimpinan yang tidak terpapar radikalisme.

“Banyak pendukung KPK yang belakangan dirundung kecemasan.. Merek bertanya-tanya, betulkah kaum “Islam cingkrang” makin menguat di KPK? Tulisan Bung @Dennysiregar7 ini mencerminkan kecemasan tersebut. Yuk kawal KPK. Jangan sampe lembaga vital NKRI ini terpapar radikalisme,” tulis Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika ini di akun Twitter @sahaL_AS.

Wartawan senior Dandhy Laksono tidak sepakat dengan sikap Akhmad Sahal. Dandhy mengaitkan ‘kekhawatiran’ itu dengan dibukanya kembali kasus skandal BLBI.

“Kasus Novel Baswedan gak jelas juntrungannya. Kejaksaan dan Kepolisian sendiri gak terlihat seperti ujung trisula bersama KPK membersihkan korupsi. Tidak juga kasus pelanggaran HAM. Sekarang meributkan "celana cingkrang" di KPK. Karena kasus BLBI dicolek nih?” tulis Dandhy di akun  @Dandhy_Laksono.

Pernyataan keras dilontarkan pengamat politik Ardi Wirdamulia. Ardi mengingatkan, bahwa jika semua yang berlawanan dengan rezim diberi label Islam Cingkrang, apa bedanya dengan sikap Orde Baru.

“Berhentilah melakukan fear mongering. Kalau semua yang berlawanan dengan rezim dilabel sebagai Islam Cingkrang apa bedanya klean dengan Orde Baru dengan cap PKI nya?” tanya Ardi di akun  @awemany.

Secara khusus, Ardi menyentil cara berpikir Akhmad Sahal. “Sahal ini emang jingan tengik. Isi otaknya (dan mungkin sumber dompetnya) cuma soal radikal-radikal ngga jelas. Apa aja dikaitain ama Islam "cingkrang". Suram,” tegas @awemany.

Uniknya, sesama aktivis NU, Savic Ali kurang sepaham dengan pernyataan Akhmad Sahal soal “Islam Cingkrang” di KPK. 

“Sahal ki karna suwe gak ngopi karo aku jadi rodo asal kadang-kadang. Peta di KPK mah bukan cingkrang ato bukan cingkrang,” tulis Savic di akun  @savicali.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 155 kali

Wawancara yang Aneh - Pak Leman Eps #3

Telah dilihat : 181 kali

Kambing Naik Alphard