Turki Bakal Balas Sanksi AS

 

Pada akhir Mei, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa akuisisi Turki atas S-400 Rusia akan memiliki konsekuensi yang sangat nyata dan sangat negatif.

Washington, dalam banyak kesempatan, mengklaim bahwa S-400 tidak kompatibel dengan peralatan militer NATO dan menyebut bahwa sistem pertahanan udara Rusia itu menimbulkan ancaman bagi jet tempur F-35.

Ankara, pada gilirannya, menekankan bahwa S-400 tidak terhubung dengan keamanan NATO, AS atau F-35 dengan cara apa pun, dan keputusan untuk mendapatkannya tidak menargetkan negara ketiga.

Karena Turki secara konsisten menolak untuk membatalkan kesepakatan, Washington mengancam untuk menahan penjualan pesawat tempur siluman ke Ankara, atau menamparnya dengan sanksi berdasarkan Undang-Undang Melawan Penentang Amerika Melalui Sanksi (CAATSA) 2017.

Rusia dan Turki menandatangani perjanjian pinjaman senilai USD2,5 miliar untuk pengiriman total empat baterai sistem S-400 pada Desember 2017. Pengiriman pertama ditetapkan untuk Juli 2019 dan akan dilanjutkan sesuai jadwal, menurut pejabat Turki.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 129 kali

Wawancara yang Aneh - Pak Leman Eps #3

Telah dilihat : 146 kali

Kambing Naik Alphard