Dituding Sindir Jokowi dengan Video Pidato Putin Dalam 3 Bahasa, Media Rusia RBTHI: Ini Konyol Sekali!

itoday - Kemampuan bahasa Inggris Presiden Joko Widodo masih menjadi perbincangan netizen. Moment kehadiran Jokowi pada  Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, menjadi sorotan.

Sebelumnya beredar video viral Saluran 6 TBS TV News Caster yang menyoroti durasi pertemuan yang dilakukan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe dengan tokoh dunia termasuk Jokowi. Durasi pertemuan Jokowi dengan Abe yang hanya semenit dinilai sebagai durasi terpendek ketimbang dengan tokoh lain.

Belakangan, surat kabar Rusia di Indonesia, Russia Beyond the Headlines (RBTH) Indonesia di akun Twitter @RBTHIndonesia memuat video kompilasi pidato Presiden Rusia Vladimir Putin dalam tiga bahasa.

Sejumlah netizen menuding @RBTHIndonesia telah menyindir kemampuan bahasa asing Jokowi dengan membandingkan dengan kemampuan bahasa Putin.

Akun fenomenal @kakduls mengingatkan @RBTHIndonesia soal video pidato Putin itu. “Untuk @RBTHIndonesia, jangan karena Presiden kami gak bisa bahasa asing dan megap-megap di hadapan publik internasional lalu loe bisa seenaknya upload-upload vidio pidato Putin dalam berbagai bahasa. Apapun itu Pak Jokowi adalah Presiden kami. Camkan itu!!!”.

@RBTHIndonesia pun merespon tudingan itu dengan mengklarifikasi bahwa tidak maksud apa-apa dalam tayangan video Putin itu.

“Eh? Apa ini? Ini konyol sekali. Kami tidak pernah mau ikut campur dengan urusan politik negara Anda. Kalau Anda merasa "sakit hati", itu Anda yang terlalu terbawa perasaan. Kami sendiri, tentu saja, sangat menghotmati Presiden @jokowi. Tidak ada maksud apa-apa dalam video itu,” tulis @RBTHIndonesia membalas cuitan @kakduls.

Soal kemampuan bahasa Inggris Jokowi, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan bahwa Jokowi berbahasa Inggris dengan lancar saat KTT G20 di Osaka, Jepang.

Luhut mengakui logat Jawa Jokowi kentara saat bicara dengan Bahasa Inggris. Tapi, hal itu tak jadi hambatan bagi Jokowi. "Saya mendengar Beliau selalu berbahasa Inggris dengan lancar dalam setiap komunikasinya dengan pimpinan negara lain. Kalau bahasa Inggrisnya tidak baik, maka tidak mungkin seperti Ivanka Trump atau para pimpinan negara lain sampai ketawa-ketawa saat berbincang dengan Beliau," tulis Luhut di Facebook (02/0).

Komentar

Artikel Terkait