Dahnil Anzar: Jika Mau Rekonsiliasi Politik, Biarkan Habib Rizieq Kembali ke RI! Stop Kriminalisasi

itoday - Desakan kubu petahana agar dilakukan pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto semakin menguat. Menkopolhukam Wiranto berharap, Jokowi-Prabowo dapat segera menggelar pertemuan dalam rangka rekonsiliasi pasca- Pilpres 2019. 

Isu yang beredar, kubu Jokowi-Maruf mengiming-imingi berbagai tawaran politik kepada Prabowo untuk mau menerima rekonsiliasi.

Di sisi lain, Gerindra tetap pada sikap tegas bahwa tawaran akan diterima jika menguntungkan bagi 80 juta rakyat Indonesia yang memilih Prabowo-Sandiaga.

“Namun kemungkinan besar tawaran yang diberikan tidaklah akan menguntungkan Pak Prabowo dan 80 jutaan rakyat Indonesia yang telah memilihnya," tulis akun Twitter resmi Gerinda.

Adapun maksud dari kata "menguntungkan", yaitu posisi penting di pemerintahan yang dapat digunakan kubu oposisi untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat Indonesia sesuai dengan visi-misi Prabowo-Sandi.

Jubir Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak atas nama pribadi menegaskan, jika narasi rekonsiliasi politik ingin digunakan, beri kesempatan kepada Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab untuk kembali ke Indonesia.

“”Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yang paling tepat beri kesempatan kepada HABIB RIZIQ kembali ke Indonesia, stop upaya kriminalisasi, semuanya saling memaafkan.Kita bangun toleransi yang otentik, stop narasi-narasi stigmatisasi radikalis dll,” tulis Dahnil di akun Twitter  @Dahnilanzar.

Penulis yang juga politisi Demokrat Zara Zettira menanggapi pernyataan mantan Ketum Pemuda Muhammadiyah itu. “Aamiin ya Rabb. Tapi apa harus dikaitkan dengan rekonsiliasi bang? Apakah etis seakan hukum bisa dinegosiasi dengan rekonsiliasi?,” tanya Zara di akun  @zarazettirazr.

“Apakah hukum sudah berkeadilan? solusinya apa?,” balas @Dahnilanzar. “Belum. Makanya nanya bang  apa ntar ga ada anggapan kalo rekonsiliasi bisa nego hukum?” tulis  @zarazettirazr.

Komentar

Artikel Terkait