Pengamat: Menag Lukman, Imam Nahrawi dan Khofifah Harusnya Dibui! KPK Mingkem Saja?

itoday - Saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Jakarta terkait kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kemenag RI Tahun 2018- 2019, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku tidak mengenal secara khusus Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi. 

Khofifah mengaku mengenal Romi dari mendiang ibunda Romi, Umroh Machfudzoh, pendiri Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), yang sama-sama menjadi anggota DPR RI. 

Menurut Khofifah,  dalam pertemuan-pertemuan yang sifatnya formal terkait kepartaian, ia jarang berjumpa dengan Romi. Khofifah mengaku tidak terlalu aktif dalam kegiatan kepengurusan partai PKB maupun relasi dengan partai-partai lain.

Kesaksian Khofifah itu mengejutkan banyak pihak. Pengamat komunikasi politik UIN Syarif Hidayatulah Edy Effendi menegaskan jika Khofifiah mengaku tidak kenal Romi itu kebohongan besar.

“Eheeem fatayat ni yeee. Mbak-mbaku fatayat kabeh. Jangan sampai Khofifah bilang gak kenal @cakimiNOW. Khofifah gak kenal Rommy, itu kebohongan besar,” tulis Edy di akun Twitter  

@eae18. @eae18 menyertakan foto Khofifah yang bersalaman dengan Romi disaksikan politisi PPP Arsul Sani.

Penegasan @eae18 itu menjawab cuitan akun @hafsahdjahari: “Nggak ku sangka Bu Khofifah ternyata pinter bohong. Padahal bu e big boss ku di  IPPNU dan FATAYAT. Ternyata penyakit sekolam itu menular banget.”

Terkait kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kemenag, Ketua Dewan Pembina Yayasan Panji Indonesia ini berharap Menag Lukman Hakim Syaifudin, Menpora Imam Nahrawi, dan Khofifah Indar Parawansa dijebloskan ke penjara.

“Lukman, Nahrawi, Khofifah, harusnya dibui. @KPK_RI mingkem saja nih. Takut ke beking mereka ya,” tulis @eae18.

Soal dugaan keterlibatan dalam kasus suap jabatan di Kemenag, Lukman Hakim sempat membantah menerima suap dari mantan Kepala Kantor Wilayah  Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin. Uang sebesar Rp 10 juta dari Haris diterima oleh ajudan Lukman, Hery Purwanto.

Dalam surat dakwaan, Haris menyebutkan maksud pemberian uang pada Lukman sebagai 'ucapan terima kasih' karena Lukman telah membantu Haris mendapatkan jabatan.

Komentar

Artikel Terkait