Giliran Menlu AS Bantah 17 Orang yang Ditangkap Iran Mata-mata CIA

itoday - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Michael Pompeo membantah klaim Iran bahwa bahwa 17 orang yang ditangkap pihak berwenang Teheran adalah mata-mata yang bekerja untuk Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika. Bantahan serupa sebelumnya juga disampaikan Presiden Donald John Trump.

Seperti diberitakan sebelumnya, Iran membuat pengumuman di media pemerintah bahwa 17 mata-mata yang bekerja untuk CIA telah ditangkap dalam kuruang waktu setahun atau hingga Maret 2019. Dari 17 orang yang ditangkap, beberapa di antaranya dijatuhi hukuman mati.

Pengumuman seperti itu tidak biasa di Iran. Namun, momentumnya telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Teheran mengeraskan posisinya dalam perselisihannya dengan kekuatan Barat.

"Rezim Iran memiliki sejarah panjang tentang kebohongan...Saya akan mengambil dengan garam yang signifikan setiap pernyataan Iran tentang tindakan yang telah mereka ambil," kata Pompeo dalam sebuah wawancara dengan Fox News Channel.

Pompeo menolak berkomentar tentang kasus-kasus tertentu yang berkaitan dengan warga AS yang ditahan atau pun hilang di negara para Mullah tersebut. "Ada daftar panjang orang Amerika yang sedang kami usahakan untuk pulang dari Republik Islam Iran," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Senin (22/7/2019).

Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat menyalahkan Iran atas serangkaian insiden di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting dalam perdagangan minyak yang berbatasan dengan pantai Iran. Iran membantah tuduhan itu.

Pada hari Jumat, Iran menyita kapal tanker minyak Stena Impero milik Inggris di Selat Hormuz. Teheran sebelumnya memperingatkan akan membalas setelah Inggris menyita sebuah kapal tanker minyak Grace 1 milik Iran di lepas pantai Gibraltar.

Ditanya tentang kemungkinan peran AS dalam ketegangan tersebut, Pompeo mengatakan; "Tanggung jawab...jatuh ke Inggris untuk mengurus kapal mereka."

Komentar

Artikel Terkait