Senggol Anies Soal Polusi, Pakar Tata Kota: Jokowi Bukan Gubernur! Atur Angkutan Online Saja gak Bisa

itoday - Ketika angka tingkat polusi DKI Jakarta diperdebatkan, Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan terus “dihabisi” partisan politik yang mengaitkan kans Anies di Pilpres 2024.

Bahkan tak kurang, Presiden Joko Widodo turut menyentil Anies soal polusi di Jakarta. Jokowi menyarankan Anies untuk memperbanyak moda transportasi umum berupa bus listrik guna mengurangi polusi udara di Ibu Kota. 

"Ya mestinya sudah dimulai, kita harus mulai segera, paling tidak (perbanyak) transportasi umum, bus-bus (listrik). Nanti akan saya sampaikan ke gubernur (Anies Baswedan)," kata Jokowi di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta (01/08).

Pakar tata kota Marco Kusumawijaya mempertanyakan sikap Jokowi soal polusi Jakarta. Marco mengingatkan bahwa Jokowi bukan gubernur lagi. 

“Ini ditanya sebagai presiden, jawabnya seolah gubernur. Pusat itu punya wewenang untuk ngatur industri mobil dan angkutan online, Pak PRESIDEN Joko Widodo 

@jokowi,” tulis Marco di akun Twitter @mkusumawijaya, menanggapi tulisan bertajuk “Kurangi Polusi, Jokowi Sarankan Anies Perbanyak Bus Listrik”.

Marco bahkan menyebut pemerintah pusat tak mampu mengatur angkutan online. “Maksudnya wartawan, apa yang akan dilakukan pemerintah pusat, Pak @jokowi, bukan Jakarta melulu. Apa belum move on, Bapak sudah bukan gubernur loh. Mengatur angkutan online aja gak bisa!,” tegas  @mkusumawijaya.

Wartawan senior Dandhy Laksono melihat isu polusi Jakarta telah dimanfaatkan para partisan politik untuk menyerang “Gubernur Indonesia”.

“Selain Gubernur DKI, ada Gubernur Kaltim soal tambang, Gubernur Jateng soal semen, Gubernur Bali soal reklamasi, Gubernur Bengkulu soal banjir. Tapi partisan politik hanya kenal satu gubernur. Seolah benar-benar ada "Gubernur Indonesia". Serang dan bela demi 2024. Memuakkan,” tulis Dandhy di akun @Dandhy_Laksono.

Dandhy juga mengingatkan, dalam kasus polusi, Jokowi dan Anies sama-sama digugat warga. Bahkan dalam kasus kebakaran hutan, Presiden Jokowi ngotot banding dan terus PK. “Dalam kasus polusi, Presiden dan Gubernur DKI sama-sama digugat warga. Bahkan dalam kasus kebakaran hutan, Presiden kalah di setiap pengadilan, dan ngotot banding terus sampai akan PK. Memimpinlah. Sudah cukup gimmick,” tulis @Dandhy_Laksono.

Komentar

Artikel Terkait