Yang Nggaji Negara, Kok Humas Pemkot Surabaya Bela Pribadi Risma! Pengamat: Risma Akting Thok!

itoday - Isu pengelolaan sampah DKI Jakarta yang menyinggung nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berujung perang kata-kata di sosial media. 

Bahkan, Humas Pemkot Surabaya terlibat “twitwar” dengan anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Marco Kusumawijaya.

Awalnya, Marco mengomentari pernyataan Tri Rismaharini atau Risma yang mengaku siap membantu mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di Jakarta.

"Keren! Bagus banget buat Jakarta kalau Bu Risma mau jadi Kepala Dinas Persampahan. Dinas Lingkungan Hidup bisa dipecah menjadi salah satunya Dinas Persampahan. Semoga beliau mau, kalau sudah lega dengan urusan anaknya," tulis Marko di akun Twitter @mkusumawijaya.

Dalam cuitan itu, @mkusumawijaya tidak menyebut langsung putra Risma, Fuad Bernardi, yang pernah diperiksa polisi sebagai saksi kasus amblasnya Jalan Raya Gubeng.

Humas Pemkot Surabaya melalui akun @BanggaSurabaya merespon pernyataan Marco. “Terkait tweet yang disampaikan oleh @mkusumawijaya ini, kami menyesalkan hal tersebut karena menyerang secara personal Wali Kota Surabaya,” tulis @BanggaSurabaya.

Pengamat politik Ardi Wirdamulia menyesalkan tudingan @BanggaSurabaya pada @mkusumawijaya. “Ini lucu. Menuduh sebagai serangan personal tapi yang bereaksi adalah akun dinas. Mbok yang konsisten. Kalau masalah pribadi ya biarkan Bu Risma menanggapi secara pribadi. Situ yang nggaji negara. Bukan Bu Risma. :),” tulis Ardi di akun  @awemany.

@BanggaSurabaya juga sibuk mengklarifikasi pernyataan-pernyataan Risma saat Badan Pembentukan Peraturan Daerah DKI Jakarta melakukan studi banding di Balai Kota Surabaya.

“Saat studi banding Badan Pembentukan Peraturan Daerah DKI Jakarta di Balai Kota Surabaya, Bu Risma hanya menjelaskan pengelolaan sampah yang ada di Surabaya. Oleh karena itu, Bu Risma tidak punya tendensi apapun sejak awal dalam studi banding tersebut,” tulis @BanggaSurabaya.

Praktisi medis dr Gunawan ikut memberikan komentar terkait memanasnya isu yang membandingkan kapasitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Gunawan menilai ada upaya mengadudomba antara Anies dan Risma.

“Harusnya dari awal Pemkot Surabaya jelaskan isi pertemuan Bu Risma dengan Anggota DPRD DKI, karena jadi polemik setelah diplintir Si Bestari dan digoreng Ahoker untuk menyerang Gubernur DKI dan mengadu domba kedua pejabat daerah, atau lain kali kalau diajak ketemu politisi Jakarta tolak aja karena bakal bikin ribut,” tulis dr Gunawan di akun @GundiDr meretweet klarifikasi @BanggaSurabaya.

Pernyataan pedas pun dilontarkan pakar komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, Edy Effendi terkait upaya adu domba Anies - Risma. “Hallllahh Risma, akting thok. Nyembah-nyembah kan sama Mega,” tulis  @eae18.

Komentar

Artikel Terkait