Listrik Padam Sebagian Jawa, Pengamat: Jika Ada Pengalihan Isu Sabotase, Akan Ada Kambing Hitam!

itoday - Pihak PLN telah merilis penyebab listrik padam massal di sebagian Pulau Jawa, Minggu (04/09). Kendati demikian, sejumlah pihak mendesak agar dilakukan investigasi soal padamnya listrik massal itu.

Pengamat keamanan dan intelijen Universitas Indonesia (UI) Ridlwan Habib berharap PT PLN segera  bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menginvestigasi penyebab listrik padam massal tersebut.

 “Mereka punya perangkat deteksi berbagai macam aplikasi, software untuk mendeteksi bridge semacam itu. Supaya tidak terulang lagi sekaligus mencari tahu kemarin itu karena apa,” kata Ridlwan seperti dikutip tempo (05/09).

Wartawan senior yang dikenal sebagai loyalis Joko Widodo ini menerangkan jika PLN sudah memiliki nota kesepahaman dengan BSSN tentang pengawasan instalasi siber di fasilitas kelistrikan perlu dilakukan evaluasi teknis, investigasi, dan peran Badan Siber. “Kalau PLT pembangkit saja bisa dipadamkan, apalagi transmisi persilangan tengah antara arus pembangkit ke travo dan gardu yang lebih kecil,” kata Ridlwan.

Di akun Twitter @ridlwandjogja, Ridwan juga mengomentari kunjungan Presiden Joko Widodo di Kantor PT PLN (05/09). Dalam konjungan ini, Jokowi didampingi Kepala BSSN Letjen (Purn) Hinsa Siburian.

“Kepala @BSSN_RI Letjen (Pur) Hinsa Siburian ikut mendampingi Presiden Jokowi ke kantor PLN. Teman teman ahli listrik, silahkan direnungkan kenapa Badan Siber Sandi Negara dilibatkan dan diajak Presiden.  Monggo,” tulis @ridlwandjogja.

Pengamat politik Prijanto Rabbani menanggapi isu kemungkinan adanya sabotase pada padamnya listrik sebagian Jawa yang disampaikan sejumlah pihak.

“Karena publik dalam hingga luar negeri menyoroti matinya listrik hingga berjam-jam dan hampir sebagian pulau Jawa, maka langkah yang diambil adalah mengalihkan isu menjadi isu intelijen dan sabotase. Akan ada yang jadi kambing hitam sepertinya... ,” tulis Prijanto di akun @PriRabbani_

“Paling enak itu mengarahkan berbagai persoalan dengan isu intelijen atau sabotase. Sebab, publik seakan jauh dan asing dengan dunia tersebut. Sehingga narasi bisa dibuat sesukanya... #iDeasRabbani,” tambah @PriRabbani_.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi mendatangi kantor pusat PT PLN untuk mengetahui langsung penyebab padamnya listrik di sebagian Jawa.

Di hadapan Direksi PLN, Jokowi menyatakan keherannannya, mengapa PLN tidak bisa bergerak cepat. Padahal kejadian serupa pernah terjadi belasan tahun lalu dan kali ini berulang menimbulkan kerugian banyak pihak. 

"Tentu saja ada contingency plan, back up plan. Pertanyaan saya kenapa tidak bekerja dengan cepat. Saya tahu pernah kejadian 17 tahun lalu Jawa-Bali, harusnya itu bisa jadi pelajaran agar kejadian kembali lagi. Kita tahu ini tidak hanya merusak reputasi PLN tapi banyak juga hal di luar PLN yang dirugikan," kata Jokowi.

Komentar

Artikel Terkait