FBI Peringatkan Kemungkinan Serangan Baru Pasca Penembakan di Akhir Pekan

itoday - Biro Investigasi Federal (FBI) memperingatkan bahwa para ekstrimis di dalam negeri dapat terinspirasi oleh penembakan massal baru-baru ini di negara bagian Texas dan Ohio, Amerika Serikat (AS).

"FBI tetap khawatir, bahwa para ekstremis domestik yang bermarkas di AS bisa menjadi terinspirasi oleh serangan-serangan tingkat tinggi ini dan sebelumnya untuk terlibat dalam aksi-aksi kekerasan serupa," kata badan itu dalam sebuah pernyataan.

"FBI meminta masyarakat Amerika untuk melaporkan kepada penegak hukum segala aktivitas mencurigakan yang diamati secara langsung atau online," sambungnya, seperti dilansir Xinhua pada Senin (5/8).

Dua aksi penembakan terjadi di dua negara bagian AS selama akhir pekan. Dua penembakan itu menewaskan setidaknya 29 orang dan melukai puluhan orang lainnya.

Penembakan pertama terjadi di El Paso pada Sabtu, di mana pelaku, yang diketahui bernama Patrick Crusius, menyerbu orang-orang Walmart setempat. Dia menembaki orang-orang di tempat parkir dan di dalam toko. Setidaknya 20 orang tewas dan 26 orang lainnya luka-luka.

Pada hari yang sama dan hanya berselang 13 jam, penembakan massal terjadi di Dayton, Ohio. Penembakan yang dilakukan oleh Connor Betts itu menewaskan sembilan orang. Pelaku sendiri ditembak mati oleh petugas polisi.

Komentar

Artikel Terkait