Blackout, Gaji 40.000 Karyawan PLN Dipotong! Saut Situmorang: Rezim Neolib Mana Peduli Nasib Buruh!

itoday - Rencana manajemen PT PLN Persero memangkas gaji 40 ribu karyawan untuk membayar ganti rugi   kepada masyarakat akibat padamnya listrik di sebagian Jawa (04/08), menuai gelombang protes. Setidaknya, PLN akan memberikan ganti rugi sebesar Rp 839,88 miliar kepada 21,9 juta pelanggan.

Serikat Pekerja PLN pun telah mengambil sikap. SP PLN menilai wacana pemangkasan gaji karyawan untuk menutup kompensasi ke pelanggan tidak bisa diterima. Pasalnya, keputusan itu dinilai merugikan perasaan para pekerja yang selama ini telah mengabdi di PLN. 

"(Jika) wacana itu diwujudkan jelas melanggar. Kalau terjadi pemotongan gaji, itu melanggar undang-undang. Kami tidak setuju, itu melanggar undang-undang, melanggar hak," tegas Ketua Umum SP PLN  Eko Sumantri seperti dikutip kompas (07/08). 

Wartawan senior yang juga host Indonesia Lawyers Club (ILC) Karni Ilyas menegaskan, rencana itu menunjukkan manajemen PLN tidak paham bahwa Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPer) berlaku untuk PLN.

“Agak aneh, pejabat PLN merasa kompensasi untuk komsumen yang dirugikan akibat blackout hanya sesuai Peraturan Menteri. Mereka tidak paham Kitab Undang-undang Hukum Perdata berlaku untuk mereka. KUHPerdata itu jauh lebih tinggi dari Permen. Kitab itu mewajibkan semua kerugian diganti,” tulis Karni Ilyas di akun Twitter @karniilyas.

Senada dengan Karni Ilyas, sebelumnya mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyatakan bahwa pemberian kompensasi kepada pelanggan yang diambil dari pemotongan gaji karyawan adalah kebijakan tidak punya dasar hukum dan tidak adil.

“Kebijakan rencana pemberian kompensasi kepada pelanggan PLN karena mati listrik yang rencananya diambil dari pemotongan gaji karyawan adalah kebijakan tidak punya dasar hukum dan tidak adil. Pelanggan tidak berhak menerima uang "pribadi" karyawan,” tulis Said Didu di akun @msaid_didu.

Pernyataan keras dilontarkan sastrawan Saut Situmorang mengomentari rencana manajemen PLN itu. “Rezim Neolib mana peduli sama nasib Buruh,” tegas Saut di akun @AngrySipelebegu.

Komentar

Artikel Terkait