AS Uji Coba Rudal Usai Setop Perjanjian Nuklir dengan Rusia

itoday - Amerika Serikat menguji coba rudal jelajah jarak menengah pada Minggu (18/8), beberapa pekan setelah menarik diri dari perjanjian nuklir era Perang Dingin dengan Rusia, Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty (INF).

Kementerian Pertahanan AS melaporkan bahwa rudal tersebut diluncurkan dari pangkalan Angkatan Laut AS di Pulau San Nicolas di lepas pantai Los Angeles, California.

"Rudal itu meluncur dari kendaraan pelontar dan secara akurat mengenai target yang terbang di jarak 500 kilometer," demikian pernyataan Pentagon yang dikutip AFP.

Pernyataan itu berlanjut, "Data yang terhimpun dan pelajaran yang diambil dari uji coba ini akan memberikan informasi untuk pengembangan kapabilitas rudal jarak menengah yang dilakukan Kementerian Pertahanan."

Rudal ini memang tidak berkapasitas nuklir. Namun, uji coba rudal ini dianggap sebagai simbol tekad Washington untuk mengembangkan kapabilitas perang nuklir mereka setelah mereka keluar dari INF pada 2 Agustus lalu.

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa negaranya membatalkan perjanjian itu karena menduga Rusia melanggar sejumlah ketentuan.

Saat ini, kedua negara terikat dengan kesepakatan New START yang diteken pada 2010. Perjanjian itu mewajibkan AS dan Rusia membatasi hulu ledak nuklir mereka di bawah batas saat Perang Dingin.

Namun, perjanjian itu akan berakhir pada 2021 mendatang. Putin sudah mendesak AS untuk menegosiasikan perpanjangan perjanjian, tapi tak digubris.

Putin pun sempat mengancam membatalkan New START jika AS terus menolak negosiasi. Ia memperingatkan bakal ada "bencana global" jika AS tak mau berunding.

 

Sumber

Komentar

Artikel Terkait

Senin, , 16 September 2019 - 07:45 WIB

Iran Tegaskan Selalu Siap Perang dengan AS

Rabu, , 11 September 2019 - 08:01 WIB

PLN Gandeng TNI Jaga Aset Listrik Supaya Tak Padam Lagi

Rabu, , 11 September 2019 - 07:48 WIB

Trump Pecat Penasihat Keamanan Nasional John Bolton