Ustadz Hilmi: Ceramah UAS Sangat Nasionalis! Ungkap Motif yang Unggah dan Potong Video Lama UAS

itoday - Pemuka agama sah-sah saja menyampaikan kontradiksi dengan ajaran agama lain di depan umatnya, jamaahnya masing-masing dan acara keagamaan masing-masing, asal bukan acara umum atau di depan publik, seperti halnya kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Penegasan itu disampaikan dai kondang Ustadz Hilmi Firdausi menanggapi pelaporan Ustadz Abdul Somad (UAS) oleh sementara pihak atas tudingan melecehkan agama lain berdasarkan rekaman video lama.

“Nah...bagi para pemuka agama, sah-sah saja menyampaikan kontradiksi itu di depan ummatnya, jamahnya sendiri dan acara keagamaannya, asal bukan acara umum seperti yang pernah dilakukan mantan Gub DKI dulu. Kalau yang itu baru namanya loncat pagar...sampai di sini jelas kaannn ???  #saveUAS,” tegas Ustadz Hilmi di akun Twitter @Hilmi28.

Ustadz Hilmi pun mendesak agar motif di balik viralnya video lama UAS itu diungkap. Ustadz Hilmi meyakini, ceramah UAS sangat nasionalis. “Yang sering mengikuti ceramah UAS pasti tau bahwa ceramah beliau sangat nasionalisme & mengajak kepada persatuan bangsa. Nah...yang gak pernah dengar langsung, hobinya potong video padahal sudah bertahun-tahun...perlu diselidiki apa motifnya?!” tulis @Hilmi28.

Praktisi hukum Dusri Mulyadi mengingatkan persoalan yang bakal muncul jika pelaporan UAS berbuntut pemidanaan. Dusri menyitir Surah Al-Maidah: 72-73. Di mana, setiap penceramah yang mengutip ayat itu akan dipidanakan dengan tuduhan menghina ajaran Kristen.

“Kalo UAS sampe berhasil mereka pidanain. Nanti orangorang yang ngutip ni ayat bisa kena juga dengan tuduhan menghina ajaran Kristen "Kami anggap Isa itu Tuhan, kamu mendiskreditkan Isa sebagai bukan Tuhan" Lah repot kan jadinya..,” tulis Dusri di akun @dusrimulya.

Menurut Dusri, beda sudut pandang keyakinan antara Islam dan Kristen itu sudah ada sejak ribuan tahun lalu. “Padahal beda sudut pandang dan keyakinan antara Islam dan Kristen itu sudah ada sejak ribuan tahun lalu..hal lumrah.  Koq sekarang main lapor. Apa tujuannya memang ingin buat Muslim tak berani mengkaji Syariatnya sendiri. Kalo sudah begitu memang kebencianlah yang jadi dasar,” tambah @dusrimulya.

Sebelumnya, dalam tulisan bertajuk “Tanggapan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah terhadap Konten Ceramah UAS di Internal Umat Islam”, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, KH. Fathurrahman Kamal berpendapat bahwa ceramah UAS dilakukan dalam ranah terbatas internal umat bukan disampaikan secara terbuka di tempat publik.

“Tak perlu baper. Demikian pula halnya konten ceramah Ustadz Abdul Somad, jangan dimaknai berlebihan karena itu dilakukan dalam ranah terbatas internal ummat, bukan disampaikan secara terbuka di tempat publik. Lihatlah peristiwa KH. Ahmad Azhar Basyir, baik muslim dan katolik harus sama-sama dewasa,” tulis KH Fathurrahman dalam salah satu alinea tulisannya.

Komentar

Artikel Terkait