Bahrain Minta Warganya Tinggalkan Lebanon

itoday -  Pemerintah Bahrain dilaporkan telah menginstruksikan warganya di Lebanon untuk meninggalkan negara tersebut. Instruksi ini datang ditengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Israel dan Lebanon, setelah Hizbullah dan Tel Aviv berbalas serangan, kemarin.

Kemarin, pangkalan militer Israel dihantam sejumlah rudal anti-tank kelompok Hizbullah Lebanon. Militer Zionis membalas dengan menembak sejumlah amunisi ke Lebanon selatan.

Kementerian Luar Negeri Lebanon menuturkan bahwa perkembangan situasi terbaru di perbatasan Israel dan Lebanon menciptakan ancaman keamanan. Oleh karena itu, kementerian itu meminta warganya untuk segera meninggalkan Lebanon.

"Kementerian Luar Negeri Bahrain menyerukan kepada semua warga negara di Lebanon untuk segera pergi, mengingat peristiwa dan perkembangan di negara itu yang mengharuskan setiap orang untuk mengambil tindakan pencegahan," kata kementerian itu, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (2/9).

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) mengatakan keprihatinan serius atas meningkatnya ketegangan di perbatasan Israel dan Lebanon.

"Kami mengetahui laporan-laporan ini dan khawatir tentang meningkatnya ketegangan di sepanjang perbatasan. AS sepenuhnya mendukung hak Israel untuk membela diri. Hizbullah harus menahan diri dari tindakan bermusuhan yang mengancam keamanan, stabilitas, dan kedaulatan Lebanon. Ini adalah contoh lain dari peran destabilisasi proksi Iran dalam merusak perdamaian dan keamanan di kawasan itu," kata Kementerian Luar Negeri AS.

Komentar

Artikel Terkait