Eks Bos CIA: Putin Hadiah Terbesar untuk NATO setelah Perang Dingin

itoday -  Mantan direktur CIA Amerika Serikat (AS), David Petraeus, mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin adalah hadiah terbesar untuk NATO sejak Perang Dingin berakhir. Menurutnya, sosok orang nomor satu Kremlin itu telah memberi alasan bagi NATO untuk "hidup lagi".

Berbicara di Forum Ambrosetti di Italia pada hari Jumat, Petraeus mengatakan bahwa NATO sekarang lebih mampu daripada beberapa tahun silam.

Dia menjelaskan bahwa gesekan baru-baru ini antara negara-negara anggota NATO telah benar-benar menggalang kerja sama dan menyebabkan peningkatan pengeluaran untuk pertahanan. Namun, dia juga mengatakan ada dua faktor utama lainnya yang berperan.

"Salah satunya adalah hadiah terbesar bagi NATO sejak akhir Perang Dingin dan itu adalah Valdimir Putin dan tindakan agresifnya yang telah memberi NATO alasan untuk hidup kembali, jika Anda mau, dengan cara yang sangat signifikan," katanya kepada jurnalis CNBC, Steve Sedgwick.

"Dan juga bahwa negara-negara Eropa, betapapun rapuhnya ekonomi Uni Eropa sekarang, tentu (mereka) sudah lama keluar dari krisis Euro, sehingga mereka dapat menyumbangkan uang untuk NATO juga," ujar mantan bos NATO tersebut, yang dilansir Minggu (8/9/2019).

Latihan militer NATO di Polandia yang dipimpin AS dan negara-negara Baltik telah membuat marah Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Penempatan sistem rudal Aegis Ashore di Rumania dan Polandia juga membuat Moskow kesal.

AS telah menarik diri dari Perjanjian Angkatan Nuklir Jarak Menengah (INF) 1987 dengan Rusia pada bulan Agustus lalu. Kedua belah pihak saling menuduh sebagai pelanggar perjanjian sebelum traktat INF runtuh.

Setelah runtuh, AS langsung menguji coba rudal jelajah bebasis darat pada Agustus lalu. Tes senjata yang dilarang oleh perjanjian INF itu dikecam Rusia dan dianggap sebagai tindakan provokatif.

Komentar

Artikel Terkait