Hastag #RiauDibakarBukanTerbakar Puncaki TT, “Buzzer Jokowi” Malah Hina Masyarakat Riau

itoday - Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kualitas udara Kota Pekanbaru, Riau masuk dalam kategori berbahaya. Belakangan ini, kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah Sumatera.

Data BMKG menunjukkan,  konsentrasi PM 10 pukul 12.22 berada di angka 399,41 μgram/m3. Dalam klasifikasi BMKG, konsentrasi PM 10 di atas 350 μgram/m3 sudah dalam kategori berbahaya. Sementara angka normal dari PM 10 harusnya berkisar di angka 0-50 μgram/m3.

Jeritan warga Riau dan netizen terekam dalam cuitan ataupun status di sosial media. Bahkan, hastag atau tanda pagar (tagar) #RiauDibakarBukanTerkabar berada di posisi puncak trending topic (TT) Twitter hari ini (13/09).

Founder “Drone Emprit”, Ismail Fahmi, mencatat sejumlah tagar yang menjadi jeritan warga Riau di sosial media. “Semoga hashtags ini terdengar... #RiauDibakarBukanTerbakar #saveriau #pekanbarubutuhoksigen #RiauMelawanAsap #PrayforRiau,” tulis Ismail Fahmi di akun Twitter  @ismailfahmi.

“Mereka berjuang sendiri #RiauDibakarBukanTerbakar. Sementara yang di ibukota sibuk dengan isu KPK yang juga tidak kalah penting, sodara-sodara kita di Riau dan Pekanbaru berjuang sendiri meminta perhatian. "Tidak ada upaya signifikan dari pemerintah," kata mereka,” papar @ismailfahmi.

Ketua MUI Ustadz Tengku Zulkarnain meminta Presiden Joko Widodo untuk segera turun tangan. “Papan Indeks Pencemar Udara di Pekanbaru Menunjukkan "BERBAHAYA. Tinggalkan Riau...!". Pak @jokowi Masih Belum Nampak Geliatnya. Nelayan Malam-malam dibelusuki, diberitakan. Kambing beranak, kodok mati diberitakan. Ini ancaman nyawa bagi rakyat di Riau, dan Kalimantan. Mana geliatnya?” tulis Ustad Tengku di akun @ustadtengkuzul.

Ironisnya, saat masyarakat terancam, akun @vaiyo yang dikenal sebagai pendukung radikal Joko Widodo, membuat cuitan yang melecehkan masyarakat Riau terkait bencana asap. 

@vaiyo menulis, bahwa mungkin Riau lagi mendapatkan azab karena banyak menuntut tetapi tidak memilih dan tidak mau mengakui presidennya. @vaiyo juga menyebut Minang akan mendapat giliran. Cuitan @vaiyo ini telah dihapus, namun netizen sempat meng-capture cuitan penyebar kebencian itu.

Akun @ronny_forever mengunggah capture cuitan akun @TheREAL_Abi yang dilampiri foto bersama “Romanus Sumaryo”, praktisi periklanan yang juga tokoh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf. @TheREAL_Abi menyebut Romanus sebagai “@vaiyo”.

Komentar

Artikel Terkait