Usir "Taliban" di KPK, Denny Siregar Minta Novel Mundur! Wartawan Senior: Buzzer Rezim Bikin Keruh

itoday - Jum’at (13/09) dini hari, melalui pemungutan suara, Komisi III DPR RI telah memilih Irjen Pol Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023. 

Terpilihnya Firli diwarnai dengan penolakan 500 pegawai KPK. Situs resmi KPK pun dipasangi banner “hitam”. Demikian juga logo KPK di gedung KPK ditutup kain hitam.

Tak hanya itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan mundur setelah Firli cs dipilih DPR RI.  Sebelumnya, Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari juga berencana mundur. 

Irjen Firli yang sempat menjabat Kapolda Sumatera Selatan itu sebelumnya dinyatakan KPK terbukti melakukan pelanggaran etik saat masih menjadi Deputi Penindakan KPK pada 2018 lalu.

Pro kontra terpilihnya Firli cs ditingkahi dengan gorengan isu adanya pertarungan antara kelompok “polisi Taliban” dan “polisi India” di KPK selama ini. Aktivis liberal yang dikenal sebagai buzzer Joko Widodo, Denny Siregar, langsung menyebut Firli sebagai momok bagi Taliban di KPK.

“Tentu ini berkaitan dengan tugas khusus yang diemban Firli Bahuri untuk membersihkan kelompok Taliban yang bersarang di dalam tubuh KPK itu. Kelompok ini dikabarkan begitu kuat membangun sistem sehingga siapa pun Ketua KPK-nya tidak akan bisa berkutik,” demikian tulis Denny Siregar (Desi) di tulisan bertajuk “Denny Siregar: Irjen Firli, Momok bagi Taliban di KPK.

Desi mengaitkan sepak terjang penyidik senior KPK Novel Baswedan dengan berkuasanya kelompok Taliban di KPK. “Habislah Novel dan kawan-kawan. Siap-siap DKI diawasi, kawan,” tulis Desi di akun Twitter @Dennysiregar7.

Tak hanya itu, Desi juga mengaitkan mundurnya Saut Situmorang dengan menyingkirnya kelompok Taliban di KPK. “Pasca terpilihnya Irjen Firli jadi ketua @KPK_RI, @SautSitumorang mundur. Salah satu penasihat KPK yang juga capim gagal, Tsani mundur juga. Novel Baswedan kapan mundur nih?,” sindir @Dennysiregar7.

Wartawan senior Billy Khaerudin mengecam cuitan @Dennysiregar7 soal Novel Baswedan. “Novel Baswedan itu matanya hampir buta disiram air keras. Pelakunya belum ketangkap sampai sekarang. Kamu punya hati enggak ngetwit begini?” tulis Billy di akun Twitter  @BiLLYKHAERUDIN. 

Billy juga membantah analisa Denny Siregar soal Taliban di KPK. “Yang keluar duluan itu Kristen taat dan pimpinan. Paham sekarang kalian kenapa bajer rejim bikin keruh aja,” tulis @BiLLYKHAERUDIN menanggapi cuitan @Dennysiregar7.

@Dennysiregar7 sebelumnya menulis: “Oke, semoga sebentar lagi kita akan melihat eksodus besar-besaran kadal gurun dari @KPK_RI. Harus komitmen dong, gak suka ya keluar..”

Soal kelompok Taliban di KPK, aktivis anti korupsi yang juga putri KH Abdurrahman Wahid, Anita Wahid, menolak jika dikatakan kelompok radikal bercokol di KPK.

“Setelah melakukan observasi panjang dan menelaah perilaku serta kinerja semua karyawan KPK, mereka berkesimpulan bahwa radikalisme tidak terjadi di KPK. Bahkan dalam spektrum terendah, yaitu soft radicalism pun. Yang ada cuma fenomena hijrah-hijrahan saja, yang sama sekali bukan berarti radikal,” demikian salah satu paragraf tulisan Anita Wahid.

Komentar

Artikel Terkait