Rouhani: Serangan pada Kilang Minyak Saudi Adalah Peringatan

itoday - Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan, serangan pada fasilitas minyak Arab Saudi oleh pemberontak Houthi adalah peringatan bagi Riyadh. Saudi terpaksa menutup dua fasilitas minyak mereka yang menjadi sasaran serangan dan menyebabkan pengurangan hingga setengah dari produksi minyak harian Saudi.

"Serangan baru-baru ini pada fasilitas minyak Saudi oleh Houthi adalah peringatan bagi Riyadh untuk mengakhiri perang di Yaman," kata Rouhani dalam sebuah peryataan, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (18/9).

Rouhani kemudian menegaskan, Iran tidak pernah ingin adanya perang baru di Timur Tengah, yang hanya akan memperburuk situasi di kawasan.

Sebelumnya, Saudi dan Amerika Serikat (AS) tidak percaya serangan itu dilakukan oleh Houthi, meski kelompok pemberontak Yaman itu telah menyatakan klaim akan hal itu. Menurut keduanya, serangan itu telalu komplek untuk dilakukan oleh Houthi.

Saudi dan AS percaya serangan itu dilancarkan oleh Iran. Kementerian Pertahanan Saudi bahkan telah mengatakan mereka akan menyerahkan bukti keterlibatan Iran dalam serangan tersebut.

"Bukti keterlibatan rezim Iran dalam serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco akan diberikan, serta senjata Iran, yang digunakan untuk melakukan serangan," kata kementerian itu.

 

Komentar

Artikel Terkait