Setelah Imam Nahrawi, Menag Lukman Menyusul? Pengamat: KPK Jangan Takut ‘Beking’ Lukman

itoday - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum, sebagai tersangka dalam kasus dana hibah Kemenpora kepada KONI pada Tahun Anggaran 2018. 

Imam diduga menerima suap senilai Rp 26.500.000.000. "Total dugaan penerimaan Rp 26.500.000.000 tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di KPK (18/09).

Penetapan status tersangka pada politisi PKB ini mengingatkan publik pada sejumlah kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan pembantu Presiden Joko Widodo. Publik pun mempertanyakan status Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito.

Politisi Demokrat Ferdinand Hutanaean menyatakan, saat ini publik masih menunggu status Enggartiasto Lukito dan Lukman Hakim Syaifudin pasca penetapan Imam Nahrawi menjadi tersangka oleh KPK.

“Publik masih menunggu status Mendag Enggar dan Menag Lukman Hakim S pasca penetapan Menpora jadi tersangka oleh KPK. Jangan tinggalkan sisa pekerjaan untuk KPK berikut,” tulis Ferdinand di akun Twitter @FerdinandHaean2.

Pengamat komunikasi dari UIN Syarif Hidayatullah, Edy Effendi meminta agar KPK tidak takut menetapkan status Lukman Hakim pada dugaan kasus korupsi. “Setelah Nachrowi, menyusul Lukman. Ayooo @KPK_RI jangan takut sama beking Lukman,” tulis Edy di akun @eae18.

Imam Nahrawi menyatakan akan menyerahkan nasibnya di kabinet kepada Presiden Jokowi setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Imam mengatakan, ia akan bertemu dengan Presiden Jokowi untuk menyerahkan nasibnya karena ia merupakan pembantu presiden. 

"Saya belum tahu seperti apa karena saya harus bertemu dan melapor ke bapak presiden. Untuk itu saya akan menyerahkan nanti kepada bapak presiden karena saya ini pembantu pak presiden," kata Imam seperti dikutip kompas (18/09).

Di sisi lain, aktivis anti korupsi Emerson Yuntho mendesak Imam Nahrawi untuk mundur dari kursi Menpora. “Sebaiknya Menpora mundur setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh @KPK_RI,” tulis Emerson di akun Twitter @emerson_yuntho.

Emerson meminta Imam Nahrawi mengikuti sikap Andi Malaranggeng yang mundur setelah ditetapkan sebagai tersangka. “Harusnya mundur juga. Sebagaimana dulu dilakukan oleh Andi Malaranggeng,” tegas @emerson_yuntho.

Komentar

Artikel Terkait