Hoax Berseri Denny Siregar, Dandhy Laksono: Agar Banyak yang Dilibas Kekuasaan yang Mereka Sembah

itoday - Mabes Polri mengancam pihak yang menuding kepolisian menyebar hoaks soal percakapan whatsapp (WA) “anak STM” yang meributkan “bayaran” ikut demonstrasi mahasiswa.

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo meminta Ditipidsiber Bareskrim Polri melacak penyebar tudingan itu. 

Dedi juga membantah tudingan bahwa kepolisian merekayasa percakapan whatsapp yang memojokkan anak STM sebagai massa bayaran. 

Percakapan WA “anak STM” itu disebarkan oleh akun Twitter yang kerap disebut sebagai buzzer mitra penguasa yakni @yusuf_dumdum, @OneMurtadha, dan @Dennysiregar7. 

Belakangan, netizen membongkar upaya para buzzer itu memanipulasi fakta.  Netizen yang penasaran langsung mengecek nomor-nomor WA yang tertera pada percakapan WA itu. Hasilnya, melalui aplikasi pelacak nomor telepon Truecaller atau Get Contact didapati pemilik nomor tersebut adalah anggota kepolisian.

Politisi Partai Demokrat Zara Zettira turut mempertanyakan soal dugaan anggota kepolisian yang disebut-sebut menggunakan nomor WA percakapan “anak STM” itu. 

“Jadi gimana sih. Itu nama Brigadir Bambang Siregar yang uda viral namanya, no hapenya dan wajahnya itu orang beneran atau akun palsu. Hanya Nanya,” tulis Zara di akun @zarazettirazr.

Kriminolog Mustofa Nahrawardaya menyimpulkan soal posisi penyebar hoax Denny Siregar cs itu. “JIKA Capture ini sungguhan, maka sdr @Dennysiregar7 telah membongkar kelompok pembuat fitnah oleh oknum institusi tertentu. JIKA Capture ini palsu, maka Denny Siregar telah MENYEBAR HOAX karena sebagian nomor yang tertera itu juga pernah dipakai oleh pejabat di institusi tertentu,” tulis Mustofa di akun @TofaGarisLurus mengomentari capture postingan akun @Dennysiregar7.

Terkait postingan-postingan hoax Dennya Siregar di sosial media, netizen melambungkan hastag atau tanda pagar #DennySiregarPenyebarHoax. Hastag ini bahkan menduduki posisi puncak trending topic Twitter hari ini (01/10).

Pegiat sosmed Dandhy Laksono turut mengomentari terbongkarnya buzzer yang terus saja menebar hoax di sosial media.

“BuzzeRp memfitnah seenaknya dan terus-menerus karena mereka tahu sebagian besar kita tak akan melaporkan mereka dengan UU ITE yang kita tolak itu. Mereka memancing pasal-pasal karet juga kita gunakan, agar lebih banyak lagi yang bisa dilibas oleh kekuasaan yang mereka sembah,” tegas Dandhy di akun Twitter @Dandhy_Laksono.

Komentar

Artikel Terkait