Ustadz Hilmi: Ancaman Disintegrasi Nyata, Kalian Gelar Konser Musik! Terbuat dari Apa Hati Kalian?

itoday - Melalui akun Twitter resmi @setkabgoid, Sekretariat Kabinet menginformasikan bahwa sejumlah musisi akan menggelar konser “Musik untuk Republik” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 18-20 Oktober 2019.

“Sejumlah musisi dari beragam genre bertemu Presiden @jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9) siang. Mereka melaporkan rencana pagelaran “Musik untuk Republik” yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 18-20 Oktober mendatang,” demikian informasi itu disampaikan @setkabgoid.

Pemikir Islam Ustadz Hilmi Firdausi mempertanyakan rencana konser musik itu, mengingat tanah air sedang diguncang demonstrasi besar. Belum lagi, kerusuhan di Wamena, bencana kabut asap yang belum reda.

“Ketika demonstrasi di mana-mana, ancaman disintegrasi bangsa begitu nyata, pembantaian dan  kerusuhan di Wamena, kabut asap yang belum juga reda, lalu kalian akan mengadakan konser musik untuk Republik ? Republik yang mana? Tolong jawab pertanyaan saya, terbuat dari apa sih hati kalian?!,” tulis Ustadz Hilmi di akun Twitter @Hilmi28.

Penyesalan juga disampaikan tokoh masyarakat Papua, Christ Wamea. Christ menyatakan, konser musik ada baiknya, tetapi nyawa yang terus berguguran di Papua jauh lebih penting.

“Papua lagi berduka dan lagi tidak aman. Kami rakyat Papua sedang menunggu kehadiran Bapak Presiden di Papua langsung bertatap muka dan berdialog dengan rakyat biar Bapak membuat keputusan yang tepat untuk Papua. Konser musik itu juga baik tapi nyawa terus berguguran di Papua itu jauh lebih penting,” tulis Christ Wamea di akun @ChristWamea.

Sebelumnya, politisi Demokrat Jansen Sitindaon juga memberikan catatan. Menurut Jansen, konser “Musik untuk Republik” digelar pada situasi yang tidak tepat.

“Aduhh.. apalagi ini bosss?? Teriakan mahasiswa demo dan tangisan kemanusian di Papua Maluku sudah cukup jadi musik yang menyedihkan bagi Republik ini. Dan solusinya bukan dengan konser ini! Ke PBB aja Bapak tunda. Harusnya musik-musik beginian juga Bapak tunda. Karena situasinya lagi tidak tepat,” tulis Jansen di akun @jansen_jsp.

Partai Gerindra sempat mengomentari rencana konser “Musik untuk Republik” itu. “Walaupun sebenarnya saat ini bukan konser yang dibutuhkan oleh bangsa kita, semoga konser ini benar-benar bisa membawa efek persatuan. Semoga. Dan semoga tidak jadi blunder untuk pemerintah,” tulis akun @Gerindra, akun resmi DPP Gerindra.

Komentar

Artikel Terkait