La Nyalla Janjikan Rumah Dinas, Dai Papua: Baru Dilantik Kok Pikiran Pertamanya Nggarong Duit Rakyat?

itoday - Terpilihnya mantan Ketum PSSI La Nyalla Mattalitti menjadi Ketua DPD RI periode 2019-2024, menjadi polemik. La Nyalla  memperoleh suara sebanyak 47 pada proses voting di Gedung DPR/MPR RI, Senayan (01/10).

Ketua Bravo 5 Jawa Timur, Ubaidillah Amin Moch menyambut positif terpilihnya La Nyala sebagai Ketua DPD RI. Menurut Ubaidillah, La Nyala adalah sosok dengan sepak terjang politik yang jangkaunnya luas. Terpilihnya La Nyalla jadi Ketua DPD selaras dengan karakternya yang dikenal pekerja keras dan loyal terhadap rakyat.

"La Nyala mengakar sangat kuat di bawah, pemilihnya di Jawa Timur juga 2 juta orang lebih. Ke anak-anak muda juga ngayomi. Siapa sih yang nggak tau sepak terjang Pak La Nyalla," kata Ubaidillah seperti dikutip RMOL (02/10).

Kendati dinilai pantas menduduki Ketua DPD RI, tidak sedikit yang mempertanyakan terpilihnya La Nyalla. Politisi Demokrat Jansen Sitindaon menegaskan, jika DPD RI mau kuat, seharusnya dipimpin oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie.

“Maaf saya harus komentar begini: Kasihan ini pak @JimlyAs jadi dipimpin La Nyalla. Harusnya kalau mau @DPDRI ini kuat, Ketuanya Prof. Jimly. Matang dan berilmu! MK beliau pegang jadi kuat. Bahkan @DKPP_RI yang sebelumnya bukan apa-apa jadi kuat dan penting ditangan beliau. Ya sudahlah,” tulis Jansen di akun Twitter @jansen_jsp.

Lalu apa misi La Nyalla dalam memimpin DPD RI? Usia ditunjuk sebagai Ketua DPR, La Nyalla menjanjikan, posisinya sebagai ketua akan membawa kemajuan untuk DPD. Salah satu yang dijanjikan adalah adanya rumah dinas untuk senator yang berasal dari luar Jakarta. 

Selain itu, La Nyalla juga menginginkan kunjungan kerja anggota DPD ke luar negeri mendapat pembiayaan yang lebih baik. Juga dengan fasilitas penyediaan staf untuk bisa dibawa ke kunjungan kerja. "Kunjungan kerja anggota untuk keluar negeri harus dibiayai lump sum bukan add cost dan anggota DPD yang bertugas keluar negeri harus mendapat fasilitas untuk bisa membawa staf seperti yang terjadi di DPR RI," tutur La Nyala seperti dikutip kumparan (02/10).

Netizen yang juga pakar kehutanan Asep Witoko, di akun @AsepWitoko, mencatat tiga program DPD versi La Nyala. @AsepWitoko menulis: “Program DPD  versi La Nyala M. 1. Peningkatan Fasilitas Kunjungan keluar kota. 2. Membangun Rumah dinas anggota DPD. 3. Membangun rumah aspirasi daerah. Selamat menikmati.”

Pernyataan pedas dilontarkan dai kondang asal pedalaman Nuuwaar Papua, Ustadz Fadlan R Garamatan, terkait program yang bakal diusung La Nyalla.

“La Nyalla menginginkan kunjungan kerja anggota DPD ke luar negeri mendapat pembiayaan yang lebih baik.. *Baru dilantik yang dipikirannya pertama, kok nggarong duit rakyat..,” sindir Ustadz Fadlan di akun @fadlannuuwaar menanggapi tulisan bertajuk “Jadi Ketua DPD, La Nyalla Janjikan Rumah Dinas dan Anggaran Kunker”.

Komentar

Artikel Terkait